Blog Apa Adanya


web widgets

Rabu, 09 Juli 2014

tehnik bermain colour guard dan cara membuat display marching band


Di zaman dahulu, ketika jajahan Inggris pada masa perang saudara, ada pemain Bagpipes dan Drums. Pemain-pemain ini selalu mendampingi prajurit untuk menetapkan tempo marching dan untuk memberi semangat. Selain Band, mereka selalu menyuruh salah satu prajurit untuk membawa “warna-warna” untuk pasukannya. Dari situ berdiri guardsmen pertama. Setelah sekian waktunya, idenya dipakai oleh banyak orang hingga makin berkembang dan dalam waktu dekat setiap pasukan militer mempunyai pengawal untuk membawa Warnanya. Secara berlahan-lahan guard berkembang hingga menjadi seperti kita melihat di Marching Band Militer di Amerika Serikat. Pada suatu saat ada realisasi bahwa sudah cukup banyak musik untuk memuaskan telinga tapi kurang banyak untuk memuaskan mata, maka dari situ terdiri Color Guard Modern. Mulainya dari teriakan dasyat dari perang dan kebanggaan tentang warnanya dan berkembang hingga menjadi seperti penampilan “show stopping” yang mengiringi penampilan marching band dimana-mana. Mereka masih punya banyak manfaat, namun manfaat yang paling berguna adalah untuk menampilkan warnanya dengan bangga. Itulah Color Guard!

Color Guard Adalah
Dalam Color Guard bisa menghabiskan 15 s/d 20 jam per minggu dengan baris-berbaris pada lapangan berukuran 50 x 70 feet(kaki) (atau kurang lebih 16 x 23 meter) sambil memainkan rifle(spinning) dengan berat 3.5 pound atau bendera yang 5.5 feet. Itu menjadi waktu bebas anda untuk memperjuangkan kesempurnaan sambil mendengar instruksi “Itu salah! Perhatian lebih baik! Berusaha lebih keras lagi!” secara terus menerus. Saya membayangkan hal tersebut sama dengan naik bis yang dingin dan tidak nyaman berjam-jaman dan makan di restoran-restoran murahan sampai tidak tahan lagi. Kadang-kadang harus tampil dengan kaki dan tangan yang sakit, bahkan sakit hingga setiap otot dalam badan merasa nyeri. Itu berarti anda rela berusaha terus walaupun barusan mengalami kekalahan, air mata mengalir di pipi dan sedang membuat hati sedih.
Kemudian saat akan tampil bermain di malam minggu berikutnya. Para Juri, Para Pelatih, Color Guard lainnya dan 500 s/d 600 penonton menunggu penampilan anda. Selama 5 atau 6 menit, setiap ons kekuatan dan konsentrasi anda didekasikan untuk menjadikan keluarga, teman-teman, sekolah dan kota kita bangga pada unit anda. Waktu berjam-jaman latihan yang mengharuskan telah merupakan pengawal menuju momen ini. Ada harapan dalam hatimu yang mengatakan “Tolong, biarkan yang ini menjadi milik kita!”
Tetapi bermain Color Guard adalah sesuatu yang jauh lebih terasa dengan kerja keras dan kompetisi secara intensif. Dapat dirasakan rasa dekat diantara anak muda yang sulit dijelaskan. bagaimana melakukan yang terbaik dan mengetahui bahwa anda memiliki “fans” sendiri yang akan selalu memberi semangat dan dukungan, biarpun menang atau kalah.

Color Guard adalah Science:
Color Guard adalah tepat, spesifik dan mengharuskan eksekusi yang sempurna. Display dari seorang desainer berupa chart ; suatu graf yang menunjukkan X & Y sebagai koordinat untuk bentuk geometris yang berubah secara konstan dalam waktu dan spasi. Peralatan equipment CG kita selalu mendorong hukum fisika dengan kekuatan dan kecepatan, aksi dan reaksi. Semua ini dengan kontrol waktu yang luar biasa.
Color Guard adalah Matematika :
Color Guard adalah Pembagian (Subdivisi) waktu yang berdasarkan ritmik dan metrik dalam pecahan yang harus dilaksanakan secara instant. Kita punya serongan dan derajat.
Color Guard adalah sebuah Bahasa :
Color Guard adalah sebuah gambar visual yang hidup dengan pesan dan arti. Kita gunakan frase dengan interpretasi, kalimat dan banyak kata berulang kali dengan musik yang menciptakan sebuah bahasa yang paling lengkap dan universal, untuk direkam supaya orang lain dapat melihat, merasakan dan memahami. Ia adalah bahasa yang diucapkan dan dibagi berulang kali baik dekat ataupun jauh.

Color Guard adalah Sejarah :
Color Guard dapat dipengaruhi oleh lingkungan dan keadaannya ketika diciptakan, atau bisa cerminkan masa lampau maupun masa depan. Ia dapat mengirimkan kita ke Negara yang jauh atau membawa kita lebih dekat dengan rumah kita sendiri. Kita menjadi kaya dengan masa lalu dan memiliki nenek moyang sekaligus.

Color Guard adalah aktivitas Fisikal :
Color Guard membutuhkan kordinasi antara jari, tangan, lengan, kaki dan paha yang fantastis; termasuk pula kontrol yang hebat antara punggung, perut dan; semuanya yang dipanggil untuk memberi respons seketika pada suara yang didengar oleh telinga dan pandangan yang dilihat oleh mata. Color Guard membutuhkan stamina, ketrampilan, kekuatan dan keseimbangan.

Color Guard adalah Olah Raga :
Sebuah permainan bersama orang lain dimana kita membagi dan bersinar. Bersaing dengan diri sendiri untuk tampil lebih baik setiap kali.

Color Guard memberikan kita kesempatan untuk mengenali diri sendiri tentang kepercayaan diri dan rasa takut, keyakinan dan mencerminkan diri ; sambil kita menjadi lebih baik diluar dengan penampilan, bersama orang lain, mengekspresikan perasaan kita dan membagi impian kita. Ialah adalah kesempatan untuk menyadari bahwa sikap adalah factor yang menjadikan atau menghancurkan kita, bukan orang atau sesuatu hal yang lainnya. Ialah suatu cara berpikir dengan kesadaran yang lebih tinggi yang menantang kita untuk mencapai potensi yang berada didalam diri kita.

Color Guard adalah Seni Rupa :
Suatu penampilan yang dapat menghibur dan mengilhami! Dengan kesutradaraan, acting, produsing, manajing dan touring. Warna-warni, busana / fashion, keasyikan, semangat, kecanggihan dan kehalusan. Selalu mencapai triad (triad adalah 3 bagian inti yang tak terpisahkan) dari penampilan; audience, performer dan desainer.

Color Guard mendidik :
Memungkinkan seorang manusia untuk belajar bagaimana mengumpulkan semua aspek ini ; sebagian yang kering dan membosankan secara teknis, sebagian yang kesulitan dan menantang; dan gunakan aspek2 ini untuk menciptakan EMOSI! Suatu hal yang dunia ini sangat membutuhkan.
Jens (http://colorguardcorner.tripod.com/colorguard/id20.html)
diterjemahkan oleh Rene Conway
http://trendmarching.or.id/read/2005/11/catatan-color-guard-oleh-jens/

cara membuat display marching band tehnik color guard drum band Membuat rifle drumband software untuk membuat display marching band teknik memainkan colour gard cara membuat color guard cara memainkan drum band tehnik color tehnik bermain colour guard tehknik bermain colour guard

3 Teknik Dasar Latihan Colour guard Marching band dan Drum band


1. Lakukan latihan disaat anda sedang jalan jalan pagi atau sedang dihalaman rumah anda sambil dengarkan rekaman alunan musik (hasil rekanan marchingband)sehingga gerakan bisa anda ikuti
2. Dengarkan pelan pelan tiap ketukan yang dihasilkan agar gerakan tidak salah
3. ini mungkin adalah bagian paling penting … menghafal musik karena Anda belajar bor. karena Anda akan melalui berpikir “mana ini dalam musik, bentuk apa ukuran untuk mengukur apa.” dan telah menempel di kepala Anda. mengetahui musik dan bagaimana kelanjutannya akan membuat marching semudah hanya menyanyikan lagu apapun sambil berjalan.
itu semua tentang praktek, semakin Anda sering melakukannya dengan baik,maka akan semakin cepat Anda bisa menguasainya.
Bila membutuhkan peralatan drum band dan marchingband maka anda bisa menghubungi www.pengrajindrumband.com

Tehnik Colour Guard

 color guard mbuns
EQUIPMENT

            Dari perkembangan color guard di dunia, terdapat 4 (empat) penguasaan yang wajib dikuasai suatu tim color guard yaitu 1 (satu) untuk penguasaan olah tubuh/badan dan 3 (tiga) untuk equipment wajib, antara lain :
a.   Body Technique (Ballet)
Dalam color guard, teknik yang diambil sebagai pondasi adalah basic ballet, dengan penguasaan basic ballet yang dapat dihasilkan adalah pembentukan badan baik sikap maupun performance, pengelolaan bahasa tubuh yang baik, pelatihan kekuatan badan (terutama dibagian pinggang bawah) serta melatih kelenturan tubuh dimana sebagai suatu syarat utama untuk menghasilkan pemain color guard yang baik dan profesional.
sikap color guard mbuns
Selain dari ballet, dapat dikolaborasikan dengan tari teater, kontemporer, hip hop, ballroom dances serta pengembangan wawasan color guard dari color guard of Indiana “Blast” serta DCI dan WGI, atau dapat juga dari refrensi dari sumber lainnya.
23
Selain dari gerakan-gerakan dasar diatas, dapat juga divariasikan dengan gerakan senam (gymnastic) seperti salto, split dan sebagainya. Gerakan ini sangat bagus dan spektakuler tetapi berbahaya, hanya dapat dilakukan dengan proses latihan yang baik dan dilakukan dengan sangat terlatih.

b.   Flag
Bagian-bagian Flag atau bendera terdiri dari tongkat dan kain benderanya terkadang terdapat pemberat dari bahan karet dibagian ujung untuk menyeimbangkan tongkat (rubber pole caps). Dalam pemilihan bahan tongkat pilihlah tongkat aluminium, karena dari segi keseimbangan sangat bagus, sedangkan untuk kain yang paling bagus dan mempunyai efek visual tinggi adalah jenis kain Lame, karena jenis ini sangat mengkilap (seperti memantulkan cahaya) dan ringan, tetapi tidak tahan lama, apalagi dengan perawatan yang tidak sempurna. Untuk kain bendera yang tepat digunakan pada saat latihan adalah kain abute, walaupun tidak mengkilap namun cukup tahan lama.
14


c.   Rifle (senapan)
rifle mbunsRiffle pada umumnya terbuat dari bahan kayu tetapi ada juga yang terbuat dari aluminium (dipakai star of indiana/blast 2000) dan berbentuk seperti senapan. Bagian-bagian dari rifle terdiri dari bottom, neck, bolt, tip dan strap (optional).  Ukuran panjang rifle terdiri dari ukuiran 34 inchi, 36 inchi dan 39 inchi, sedangkan beratnya berkisar antara 0.8 sampai dengan 1,5 kg, tetapi lebih baik menggunakan rifle yang ringan, sangat kuat, tidak mudah patah, serta yang seimbang. Untuk menguji keseimbangan rifle dapat dilakukan dengan meletakkan rifle pada posisi berdiri, apabila rifle ini dapat berdiri maka dapat dikatakan seimbang. Dalam pemilihan ukuran, sebaiknya menggunakan ukuiran 36 inchi, karena ukuran ini sangat tepat untuk gerakan yang konsentrasi ke body language ataupun ingin menonjolkan skill teknik dalam bermain.

d.   Saber  (Pedang)
sabre mbunsAlat ini terbuat dari baja (steel) yang kuat dan tahan lama/tidak mudah bengkok. Berbentuk seperti pedang dan agak melengkung serta pipih/tipis, Bagian-bagian dari saber antara lain hilt, handle, blade dan tip dengan ukuran panjang saber 32 inchi, 34 inchi, 36 inchi dan 39 inchi. Dalam pemilihan ukuran sebaiknya disesuaikan dengan keadaan player, tetapi saber yang tepat adalah ukuran 39 inchi karena dengan ukuran yang panjang ini, penampilan akan sangat terlihat berskill dan atraktif.
                                                                       
Selain ketiga equipment wajib, ada yg disebut Special equipment Yang merupakan modifikasi dari equipment wajib yg di pergunakan dan dimain kan dengan teknik color guard. .
aksesoris mbunsairblade mbuns 
e.   Aksesoris
Selain dari ketiga equipment wajib diatas terdapat pula beberapa aksesoris yang mendukung penampilan color guard, tetapi  merupakan bagian yang tidak wajib ada disetiap penampilan color guard, tergantung dari repertoire yang ingin disajikan. Aksesoris tidak harus terpaku dengan sesuatu yang mencerminkan color guard, banyak benda yang dapat dijakdikan aksesoris seperti kursi, karpet, topi, tongkat dan masih banyak lagi.
f.  Perawatan Equipment Color Guard
             Perawatan equipment color guard, dapat dilakukan dengan :
1.    Pencucian bendera setelah dipakai, serta mensetrikanya pada bagian yang bisa dan perlu disetrika.
2.    Membersihkan dan merawat pole (tongkat bendera), rifle, saber dan aksesoris lainnya setelah dipakai.
3.    Untuk melindungi alat dan tangan dari kerusakan, maka color guard wajib menggunakan sarung tangan kulit (sarung  tangan tanpa penutup pada jari) disebut denga  finger free gloves selama latihan dan penampilan berlangsung.  Equipment sebaiknya tidak bersentuhan langsung dengan tangan, karena keringat dari pemain dapat merusak equipment.
4.     Equipment tidak boleh diletakkan sembarangan/tanpa alas dan diduduki bahkan sampai terinjak, untuk menghindari  kerusakan, seperti sobek/pecah/patah dan sebagainya.
5.    Selama memainkan alat dan atau berdelatan denagn alat, tidak boleh menyalakan api, makan dan minum.
6.    Adanya tempat penyimpanan (carrying case bag) yang baik dan melindungi equipment dari kerusakan, misalnya : flag pole case, rofle dan saber case, dan lain-lain.

Hal yang perlu ditanamkan kepada seluruh color guard dan divisi lainnya adalah selalu untuk menyayangi alat yang dimainkan, ini diibaratkan hidup dan mati kita, karena tanpa alat-alat tersebut color guard tidak dapat berbuat apa-apa.
- See more at: http://marchingband.uns.ac.id/?p=218#sthash.erLYp2da.dpuf

cara meniup terompet buat pemula



. langsung aja gan
Oke, pertama-tama ane mau bilang, kalo ane ini bukan master trumpet, ane cuma pengen share ilmu ane yang masih dikit, ya mudah-mudahan aja bisa bantu banyak buat agan yang lagi atau yang mau belajar trumpet..
Sebelum mulai, ane kasih tau kunci paling utama dalam memainkan trumpet, simple aja, kuncinya itu 5L - Latihan, Latihan, Latihan, Latihan, Latihan … whoooaa.. kenapa kok cuma latihan??gini gini, semuanya perlu proses, dari yang bisa jadi bisa, didalam hidup gak ada yang namanyashortcut/jalan pintas.. soo emang kudu latihan tiap hari…
nah, untuk kali ini ane mau kasih metode dengan menggunakan media sedotan LOH??? ini beneran tauuu.. niih ane kasih penampakannya
Spoiler for sedotan yang bisa di pake

nah sedotannya yang kaya gini gan
Spoiler for sedotan

kalo sedotan udah lo sediakan, saatnya implementasi
kalian tinggal ikutin 4 langkah dibawah ini..
Langkah #1
ucapkan huruf ‘M’ / ‘EM’ <== ini posisi siaga orang yang mau niup trumpet, cekidot penampakannya
Spoiler for bibir

Langkah #2
sedotan yang tadi tempelkan ke bibir agan
Spoiler for cara

nah gambar diatas ini, posisi yang bener, sedotan tampak lurus tegak..
sampe sini, silahkan bernafas, ambil nafas dari mulut, keluarkan lewat sedotan..(bahasan untuk latihan nafas, akan dibahas pada post lainnya). Media sedotan digunakan sebagai gambaran/proyeksi posisi/besaran lubang angin yang keluar dari mulut, untuk kemudian disalurkan ke Mouthpiece
Langkah #3
sambil bernafas melalui sedotan, pelan-pelan masukkan bibir Mouthpiece kedalam sedotan
Spoiler for mouthpiece

posisi tetap lurus seperti gambar dibawah ini
Spoiler for mouthpiece 2

Langkah #4
sambil bernafas melalui sedotan, perlahan tarik sedotan lewat bawah Mouthpiece
Spoiler for mouthpiece 3

seharusnya ketika agan mengeluarkan nafas dan sedotan ditarik keluar, Mouthpiece nya akan bunyi, preeetttttt, bibir agan akan otomatis menghasilkan getaran yang menyebabkan bunyi tersebut
kalo masih belom bunyi, ulangi lagi dari langkah #1, lama-kelamaan juga bisa kok.. harus sabar, sampe bisa pokoknya..
nah kalo udah bisa bunyi preeetttttt…
masukin tuh Mouthpiece ke pipa utama trumpet, kaya gambar di bawah ini
Spoiler for trompet

ambil nafas dalam-dalam => masukin sedotan ke mulut => buang nafas lewat sedotan => masukin Mouthpiece lewat sedotan => tarik sedotan(angin tetep keluarin dikit-dikit) => masukinMouthpiece ke trumpet => bunyi deeh
kalo kalian sering latihan suaranya akan terbentuk….
latihan ini murah bisa dilatih dirumah,disekolah, di bus, dll.. tinggal keseriusan aja..


sekian trit dari ane gan semoga bermanfaat.
ane ga nolak  gan tapi ane nolak 
kaskuser yang baik selalu meninggalkan komeng
sumur : http://fahmitechno.blogspot.com/2013...p-trumpet.html

Teknik memainkan alat musik terompet

Trompet termasuk salah satu jenis alat musik tiup. Cara membunyikan terompet tidak asal tiup kalau kita ingin mendapatkan harmonisasi yang indah. Ada teknik memainkan alat terompet dengan benar agar dapat menghasilkan tone yang indah.
Ketika sedang mencari online shop yang menjual terompet murah dengan kualitas yang baik, akhirnya saya menemuka website seorang penjual sekaligus pembuat terompet. Lalu, saya tidak sengaja membaca salah satu komentar pengunjung online tersebut yang menulis, “ ada yang main terompet, butuh bantuannya dong”.
Sebetulnya saya tidak terlalu menguasai teknik mamainkan terompet dengan benar, di alat musik tiup ini saya tergolong pemula. Oleh karena itu, saya akan mencoba mengulas sedikit dasar-dasar bagaimana teknik bermain terompet sesuai kemampuan saya. Check it out!
1.            Pemanasan
Cara memainkan terompet yang pertama-tama harus dilakukan adalah melakukan pemanasan. Lakukan pemanasan olah nafas dan fleksibel bibir. Tarik nafas selama empat hitungan, lalu keluarkan empat hitungan. Selanjutnya naik mejadi delapan hitungan, dan keluarkan dalam empat hitungan. Melakukan fleksibel bibir caranya dengan  merapatkan bibir atas dan bawah kemudian menggetarkannya sampai terdengar bunyi ‘berberberberberr’
Jangan lupa melalukan pemanasan untuk jari-jari agar lentur saat menekan lubang-lubang pada terompet.
2.            Bernafas lewat hidung
Akan lebih mudah untuk bernapas melalui hidung dari pada bernafas dengan mulut.
3.            Letakkan mouthpiece di tengah bibir
Biasakanlah menaruh mouthpiece di tengah bibir. Untuk orang yang memakai kawat gigi, mouthpiece biasanya diletakkan lebih tinggi atau bisa juga lebih rendah dari yang seharusnya. Sebaiknya jangan meneruskan kebiasaan tersebut ketika meniup terompet untuk waktu lama.
4.            Berlatih, berlatih, dan berlatih!
Practice make perfect! Maka perbanyaklah praktek dan berlatih.
5.            Stop smoking
Siapapun pasti bisa bermain trompet jika mau belajar. Akan tetapi, seorang pemain trompet membutuhkan napas yang panjang serta kuat. Jadi, perokok akan mengalami sedikit kesulitan dalam memainkan terompet. Umumnya, perokok mempunyai napas yang lebih pendek daripada orang yang tidak merokok. Jadi, jika Anda tertarik bermain terompet sebaiknya berhentilah merokok. mau beli terompet kunjungi www.pengrajindrumband.com

Instrumen Musik Tiup Marching Band

Instrumen musik tiup marching band
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
IInstrumen-instrumen musik tiup logam
Instrumen musik tiup marching band atau lebih dikenal dengan Marching brassmerupakan instrumen-instrumen musik tiup logam yang telah didisain untuk dimainkan sambil berjalan, umumnya instrumen musik tersebut digunakan dalam penampilan marching band. Perbedaan utama dengan instrumen musik tiup logam lainnya umumnya terdapat pada corong yang menghadap ke depan (bell-front), menggunakan sistem katup (antara tiga hingga empat katup), dan artikulasi yang dirancang untuk penampilan di lapangan terbuka (outdoor). Corong yang menghadap ke muka berfungsi untuk membuat suara yang dihasilkan dapat terproyeksi ke arah depan sesuai dengan posisi yang umumnya dipilih oleh penonton dalam sebuah pertunjukan marching band.
• 1 Terompet
• 2 Mellophone
• 3 Tenor Horn
• 4 Baritone Horn/Euphonium
• 5 Contra Bass/Tuba
• 6 Lihat pula
Terompet
Terompet dalam penampilan musik marching band digunakan sebagai soprano, umumnya memainkan melodi dalam musik. Meski demikian umumnya dalam aransemen musik marching band fungsionalitas soprano dibagi menjadi dua atau tiga kelompok untuk memainkan nada yang berbeda (biasanya mengisi rentang suara sopran, dan mezzo-sopran). DiIndonesia umumnya grup-grup marching band menggunakan terompet bernada dasar B♭, namun terdapat pula grup-grup marching band yang menggunakan terompet bernada dasar G.
Mellophone
Mellophone merupakan instrumen musik tiup yang ditujukan sebagai pengisi suara alto-soprano. Penggunaan mellophone dalam marching band umumnya lebih diminati karena suara dan intonasi yang dihasilkannya lebih konsisten dibandingkan instrumen musik sejenis seperti French Horn. Jenis mellphone yang paling banyak digunakan umumnya bernada dasar F, namun banyak pula ditemukan instrumen bernada dasar G. Biasanya sebuah instrumen mellophone memiliki kemampuan untuk dimainkan dengan nada dasar G ataupun F dengan mengganti panjang pipa udara yang umumnya tersedia sebagai bagian dalam kelengkapan instrumen tersebut.
Tenor Horn
Tenor horn dalam kategori ini merupakan jenis instrumen musik tiup logam dalam keluarga trombone tenor yang telah didisain secara khusus untuk keperluan marching band. Instrumen ini tidak menggunakan sistem geser melainkan menggunakan sistem katup untuk memainkannya, dan panjang dari instrumen ini lebih pendek dari trombone biasa dengan pipa suara yang menggunakan model lipat seperti yang terdapat pada instrumen musik tiup lain: terompet, mellophone. Beberapa pabrikan kadang-kadang memberi nama secara khusus untuk instrumen ini, misalnya: dynabone. Umumnya instrumen tenor horn yang digunakan oleh grup marching band di Indonesia menggunakan nada dasar B♭.
Baritone Horn/Euphonium
Meskipun memiliki fungsi yang sama dengan instrumen yang digunakan dalam pertunjukan orkestra, bentuk baritone horn ataueuphonium yang digunakan dalam penampilan marching band telah didisain secara khusus dengan corong menghadap ke muka dan umumnya telah dilengkapi dengan sistem tiga katup. Sesuai dengan namanya instrumen ini digunakan untuk mengisi suara dalam rentang nada baritone. Umumnya instrumen yang digunakan dalam penampilan marching band menggunakan nada dasar B♭.
Contra Bass/Tuba
Contra bass atau Tuba digunakan dalam penampilan musik marching band untuk mengisi suara dalam rentang nada bass. Perbedaan antara contra bass dan tuba terletak pada nada dasar yang digunakan pada instrumen tersebut. Jika nada dasar yang digunakan pada instrumen tersebut adalah G maka disebut dengan contra bass, sebaliknya bila menggunakan nada dasar B♭ maka dinamakan sebagai tuba. Seperti umumnya instrumen musik tiup logam yang digunakan dalam penampilan marching band, instrumen ini telah didisain pula untuk dimainkan sambil berjalan dengan corong menghadap ke depan. Namun berbeda dengan instrumen musik lainnya, karena ukurannya yang besar, untuk memainkan instrumen musik ini dilakukan dengan cara dipanggul.
Instrumen musik perkusi marching band
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Instrumen musik perkusi marching band atau disebut sebagai Marching percussion merupakan instrumen-instrumen musik perkusiyang didisain untuk dimainkan sambil berjalan dengan meletakkan drum pada alat pengait khusus (disebut dengan carrier) yang dikenakan oleh drummer. Drum-drum tersebut didisain dan disetem dengan artikulasi maksimum dan dilengkapi proyeksi suara karena aktivitas penggunaan yang umumnya di lapangan terbuka ataupun ruang tertutup yang luas. Instrumen ini biasanya digunakan oleh grupmarching band. Ensembel marching percussion sering pula disebut sebagai drumline atau battery. Tingkat kemampuan sebuah drumline tidak hanya bermain dengan baik, namun juga harus mampu untuk bermain dengan baik dalam tempo cepat ataupun lambat.
• 1 Snare drum
• 2 Drum tenor
• 3 Drum bass
• 4 Simbal
• 5 Pranala luar
Snare drum
Ukuran marching snare drum biasanya lebih dalam dari ukuran yang biasanya digunakan pada orkestra atau drumkit. Hal ini membuat suara yang dihasilkan menjadi lebih keras, sesuai dengan kebutuhannya untuk penggunaan di lapangan terbuka. Ukuran standar (diameter x kedalaman) adalah 13×11 dan 14×12 inci dengan berat antara 16-45 lb. Ukuran yang lebih kecil (13×9) akhir-akhir ini menjadi populer digunakan untuk kebutuhan penggunaan di lapangan tertutup. snare drum “high tension” modern dikembangkan sebagai jawaban atas tensi membran yang lebih tinggi yang dimungkinkan karena pemanfaatan serat fiber, atau kevlar. Drum tensi tinggi pertama kali dikembangkan oleh Legato di Australia, dan menjadi lebih sempurna saat mulai digunakan pada marching band.
Drum tenor
Marching band modern umumnya menggunakan multi-tenor, yang terdiri atas beberapa tom-tom yang dimainkan oleh seorang drummer. Bagian bawah drum biasanya terbuka dan dipotong menyiku untuk memproyeksikan suara ke arah depan. membran head menggunakan double-ply PET film untuk meningkatkan kualitas proyeksi suara. Alat ini umumnya dimainkan dengan menggunakan malet yang terbuat dari kayu atau aluminimum dengan ujung berbentuk bundar terbuat dari nilon.
Teknik permainan tenor drum umumnya berbeda dengan teknik yang digunakan untuk bermain snare drum, lebih mirip seperti bermain timpani karena membran dipukul biasanya lebih dekat pada sisi-sisinya dibandingkan bagian di tengah membran. Bentuk pukulan seperti ini menghasilkan suara yang lebih nyaring.
Drum tenor umumnya terdiri dari tom-tom berukuran 10, 12,13, dan 14 inci yang diatur membentuk busar, seringkali dengan tambahan satu atau dua buah tom yang lebih kecil (berukuran 6 atau 8 inci) di sisi sebelah dalam.
Drum bass
Ukuran drum bass yang digunakan pada ensembel perkusi modern bervariasi, dengan lebar universal 14 inci, dan diameter 14 inci dan bertambah setiap 2 inci. Membran drum biasanya terbuat dari PET film lembut berwarna putih. Tidak seperti snare drum dan drum tenor, drum bass dimainkan oleh drummer dari kedua sisinya. Umumnya sebuah drum line menggunakan 4 hingga 6 jenis drum bass dengan ukuran yang berbeda-beda, tiap satu drum bass dimainkan oleh seorang drummer.
Simbal
Simbal dalam marching band tidak dimainkan dengan tujuan yang sama seperti orkestra. Ada perubahan pada grip simbal yang dibuat khusus untuk kebutuhan marching band. Simbal marching band biasanya terdiri atas dua keping yang terpasang pada ke dua tangan pemainnya. Untuk memainkan simbal marching band kedua kepingan itu diadu satu dengan lainnya sehingga menghasilkan suara. Jumlah pemain simbal tiap-tiap grup marching band bisa berbeda-beda sesuai dengan kebutuhannya.
Mayoret
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Mayoret merupakan seseorang yang melakukan aksi tari, atau gerakan dalam suatu penampilan parade drum band dengan menggunakan sebuah tongkat mayoret yang disebut dengan baton. Biasanya mayoret diperankan oleh seorang wanita, namun pada perkembangannya peran mayoret ini bisa pula dilakukan oleh laki-laki, umumnya ditemukan pada grup drum band kemiliteran. Peran mayoret awalnya merupakan asimilasi dari peranpemandu sorak yang diadaptasikan sedemikian rupa dalam penampilan parade drum band untuk menyeimbangkan dinamisasi pertunjukan dari kesan peran kaku pada barisan para pemain instrumen musik (termasuk di dalamnya pemain instrumen musik tiup dan perkusi). Seorang mayoret dapat melakukan berbagai macam aksi dalam penampilannya seperti memutar-mutar tongkat, bayonet, tongkat bendera, ataupun melempar baton. Mayoret kadang-kadang pula melakukan beragam atraksi sulap, ataupun atraksi tertentu untuk menarik perhatian seperti kombinasi memainkan, memutar-mutarkan, serta melempar hingga empat baton secara bersamaan.[1]
Di Indonesia, peran mayoret dalam sebuah grup drum band tidak hanya terbatas fungsinya sebagai penari, mayoret lebih sering memerankan sebagai pemimpin, pemandu barisan dalam membentuk suatu formasi dalam penampilan. Terkadang seorang mayoret dapat pula menggantikan fungsi komandan lapangan (dalam bahasa Inggris disebut Field Commander) pada saat-saat tertentu. Beberapa grup marching band di Indonesia masih menggunakan mayoret sebagai salah satu bagian dalam penampilannya, namun dalam perkembangannya keberadaan mayoret mulai ditanggalkan.
Orkes barisan
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Orkes barisan (Inggris: marching band) adalah sekelompok barisan orang yang memainkan satu atau beberapa lagu dengan menggunakan sejumlah kombinasi alat musik (tiup, perkusi, dan sejumlah instrumen pit) secara bersama-sama. Penampilan orkes barisan merupakan kombinasi dari permainan musik (tiup, dan perkusi) serta aksi baris-berbaris dari pemainnya. Umumnya, penampilan Orkes barisan dipimpin oleh satu atau dua orang Komandan Lapangan dan dilakukan baik di lapangan terbuka maupun lapangan tertutup dalam barisan yang membentuk formasi dengan pola yang senantiasa berubah-ubah sesuai dengan alurkoreografi terhadap lagu yang dimainkan, dan diiringi pula dengan aksi tarian yang dilakukan oleh sejumlah pemain bendera.
Orkes barisan umumnya dikategorikan menurut fungsi, jumlah anggota, komposisi dan jenis peralatan yang digunakan, serta gaya atau corak penampilannya. Pada awalnya orkes barisan dikenal sebagai nama lain dari drum band. Penampilan orkes barisan pada mulanya adalah sebagai pengiring parade perayaan ataupun festival yang dilakukan di lapangan terbuka dalam bentuk barisan dengan pola yang tetap dan kaku, serta memainkan lagu-lagu mars. Dinamika keseimbangan penampilan diperoleh melalui atraksi individual yang dilakukan oleh mayoret, ataupun beberapa personel pemain instrumen. Namun saat ini permainan musik orkes barisan dapat dilakukan baik di lapangan terbuka ataupun tertutup sebagai sebagai pengisi acara dalam suatu perayaan, ataupun kejuaraan.
Komposisi musik yang dimainkan orkes barisan umumnya bersifat lebih harmonis dan tidak semata-mata memainkan lagu dalam bentuk mars, ragam peralatan yang digunakan lebih kompleks, formasi barisan yang lebih dinamis, dan corak penampilannya membuat orkes barisan merupakan kategori yang terpisah dan berbeda dengan drum band yang umumnya memiliki komposisi penggunaan instrumen perkusi yang lebih banyak dari instrumen musik tiup. Tipikal bentuk dan penampilan drum band yang paling dikenal adalah drum band yang dimiliki oleh institusi kemiliteran ataupun kepolisian. Adaptasi lebih lanjut dari penampilan orkes barisan di atas panggung adalah dalam bentuk brass band.
Sejarah
Orkes barisan bermula dari tradisi purba sebagai kegiatan yang dilakukan oleh beberapa musisi yang bermain musik secara bersama-sama dan dilakukan sambil berjalan untuk mengiringi suatu perayaan ataupun festival. Seiring dengan perjalananan waktu, orkes barisan berevolusi menjadi lebih terstruktur dalam kemiliteran di masa-masa awal era negara kota. Bentuk inilah yang menjadi dasar awal orkes militer yang kemudian menjadi awal munculnya orkes barisan saat ini.[1][2]
Meskipun pola orkes barisan telah berkembang jauh, masih terdapat cukup banyak tradisi militer yang bertahan dalam budaya orkes barisan, tradisi milter tersebut tampak pada atribut-atribut seragam yang digunakan, tata cara berjalan, model pemberian instruksi dalam latihan umumnya masih merupakan adaptasi dari tradisi militer yang telah disesuaikan sedemikian rupa.
Di Indonesia, budaya orkes barisan merupakan pengembangan lebih lanjut atas budayadrum band yang sebelumnya berada di bawah naungan organisasi PDBI (singkatan dari “Persatuan Drum Band Seluruh Indonesia”) yang dibina oleh Menpora (singkatan dari “Menteri pemuda dan olahraga”). Orkes barisan lahir sebagai kegiatan yang memfokuskan penampilan pada permainan musik dan visual secara berimbang, berbeda dengan drum band yang lebih memfokuskan sebagai kegiatan olahraga. Dalam perkembangannya, orkes barisan di Indonesia banyak mengadaptasikan variasi teknik-teknik permainan yang digunakan oleh grup-grup drum corps di Amerika, khususnya pada instrumen perkusi. Hal ini membuat corak permainan dalam penampilan orkes barisan menjadi lebih mudah dibedakan dari corak penampilan drum band.
Instrumen
Instrumen yang digunakan dalam penampilan orkes barisan umumnya dapat dikelompokkan pada beberapa kategori menurut jenis dan cara memainkannya. Pengelompokkan ini secara tidak langsung pula memengaruhi struktur organisasi kepelatihan yang umumnya dispesifikasikan menurut kategori-kategori tersebut, masing-masing kategori memiliki pelatih tersendiri. Selain kepelatihan, pengelompokkan ini umumnya berpengaruh pula pada perilaku sosial para pemain yang terlibat dengan menciptakan kelas-kelas sosial non-formal yang membentuk kebanggaan kelompok.
Instrumen musik tiup
Pada mulanya, ragam instrumen musik tiup yang digunakan dalam orkes barisan identik dengan yang digunakan drum band (orkes barisan versi terdahulu). Namun pada perkembangannya, beberapa jenis instrumen musik tiup seperti cornet, clarinet, flugelhorn,saksofon (termasuk di dalamnya sofrano, alto, dan tenor), trombone, sousaphone, dan fluteyang jamak digunakan sebelumnya sudah ditinggalkan. Umumnya, instrumen musik tiup yang digunakan dalam orkes barisan menggunakan nada dasar B♭ atau F. Jenis-jenis instrumen musik tiup yang digunakan orkes barisan umumnya adalah:
 Trompet
 French Horn
 Mellophone
 Tenor Horn
 Baritone, Euphonium
 Contra Bass/Tuba
Instrumen musik perkusi
Instrumen musik perkusi dalam orkes barisan merupakan jenis instrumen bergerak yang dibawa oleh pemain dan dimainkan dalam barisan seperti halnya instrumen musik tiup. Seksi yang memainkan instrumen musik perkusi sambil berjalan disebut juga sebagai lini drum atau battery. Ragam instrumen musik perkusi yang digunakan orkes barisan umumnya lebih sedikit dari yang digunakan pada drum band. Instrumen-instrumen tersebut adalah:
 Snare drum
 Drum tenor / Quint
 Drum bass (umumnya menggunakan 4 sampai 6 jenis drum bass yang berbeda)
 Simbal
Instrumen pit (statis)
Instrumen pit pada dasarnya merupakan instrumen musik perkusi yang bernada. Pada penampilan orkes barisan, jenis instrumen ini bersifat statis, pemainnya tidak ikut dalam barisan seperti kelompok instrumen lainnya melainkan memainkannya di bagian depan lapangan yang digunakan dalam penampilan. Ragam jenis instrumen yang digunakan orkes barisan umumnya lebih bervariatif dibandingkan drum band (orkes barisan terdahulu). Beberapa grup orkes barisan bahkan kadang-kadang merakit sendiri instrumen pit untuk menghasilkan suara-suara unik dalam musik yang dimainkan. Jenis-jenis instrumen pit yang umumnya digunakan pada penampilan orkes barisan antara lain:
 Xylophone
 Vibraphone
 Marimba
 Simbal
 Gong cina
 Timpani
 Drum bass konser
 Tubular bell
Instrumen bendera
Instrumen bendera tidak digunakan untuk bermain musik, melainkan dimanfaatkan oleh pemainnya sebagai alat bantu aksi tarian untuk menghasilkan efek-efek visual tertentu yang mendukung penampilan. Pada praktiknya, pemain instrumen ini tidak selalu menggunakanbendera sebagai aksesori, namun bisa menggunakan peralatan-peralatan lain seperti senapan kayu, selendang, panji-panji, atau bahkan sapu, tergantung pada koreografinya untuk mendukung penampilan secara keseluruhan. Namun biasanya instrumen dasar yang digunakan adalah; bendera, dan senapan kayu.
Aspek-aspek penampilan
Aspek-aspek yang terkait dalam penampilan orkes barisan pada dasarnya dikelompokkan dalam dua kategori utama, yaitu aspek musikal dan aspek visual. Pengelompokkan ini berpengaruh pula pada metode pelatihan pada proses penyiapan sehingga sebuah grup orkes barisan siap tampil. Umumnya latihan atas masing-masing aspek tersebut dilakukan secara terpisah terlebih dulu sebelum digabungkan sebagai sebuah penampilan utuh.
Aspek musikal
Lagu-lagu yang dibawakan dalam satu penampilan orkes barisan umumnya membawa saturagam yang sama atau merupakan kombinasi atas beberapa ragam dalam satu tema yang sama, namun ragam yang dibawa dalam satu penampilan tiap-tiap orkes barisan bisa berbeda-beda.
Secara struktural, umumnya karakteristik lagu-lagu yang dibawakan tiap-tiap orkes barisan memiliki tipikal elemen yang sama. Bagian “pembuka” yang ditujukan untuk mendapat perhatian penonton, “solo perkusi” atau disebut dengan feature, “balada” yang menampilkan solo musik tiup bersama dengan solo perkusi, dan “penutup” sebagai puncak dari penampilan. Di masing-masing elemen tersebut sering pula diwarnai dengan variasi teknik permainan, termasuk didalamnya permainan tempo, birama, yang ditujukan untuk mendapatkan satu dinamika permainan yang lebih seimbang, serta sebagai wahana menunjukkan keterampilan grup.
Aspek visual
Koreografi merupakan inti utama dari aspek visual dalam penampilan orkes barisan. Di dalamnya melingkupi alur pola atas formasi baris berbaris yang digunakan, aksi-aksi tarian yang dibawakan oleh para pemain bendera, gerakan-gerakan untuk menampilkan satu efek visual tertentu yang dilakukan oleh satu, sekelompok, atau seluruh pemain yang terlibat dalam formasi barisan. Seringkali penampilan marching band menggunakan aksesoris-aksesoris tambahan yang dimainkan oleh beberapa orang pemain untuk mendukung mendapatkan efek visual tertentu secara keseluruhan.
Perangkat lunak
Bentuk penampilan orkes barisan yang dinamis umumnya membuat kompleksitas aransemen lagu dan perancangan formasi barisan menjadi lebih tinggi. Para pelatih orkes barisan instrumen musik umumnya memanfaatkan perangkat lunak sebagai alat bantu untuk memecahkan tingkat kompleksitas tersebut dalam proses aransemen lagu, melakukan ekstraksi atas partitur ke dalam tiap-tiap kelompok instrumen musik (termasuk instrumen musik tiup, perkusi, dan pit). Demikian pula halnya dengan pelatih visual, perangkat lunak digunakan untuk mempermudah perancangan formasi barisan, simulasi dan analisis atas kemungkinan terjadinya tabrakan antar pemain, dan visualisasi permainan tiap lagu dalam suatu penampilan.
Beberapa perangkat lunak yang tersedia saat ini bahkan mampu menggabungkan desain formasi barisan dan aransemen musik sehingga menjadi suatu bentuk model pertunjukan yang digunakan untuk memberikan gambaran atas simulasi pertunjukan kepada seluruh pemain yang terlibat dengan tujuan untuk mempermudah pemain dalam memahami alur pertunjukan dan aliran pergerakan formasi barisan.

Perangkat lunak pembantu perancangan aransemen lagu

Perangkat lunak pembantu perancangan formasi barisan
Kompetisi
Kompetisi umumnya menjadi perangsang atas kemajuan orkes barisan di Indonesia. Dengan adanya kompetisi ini, masing-masing orkes barisan umumnya berupaya untuk mengembangkan, atau mengadaptasikan teknik-teknik permainan tertentu untuk menunjukkan kemampuan grup orkes barisan tersebut, atau menciptakan satu keunikan yang berbeda sehingga menjadi ciri khas penampilan suatu orkes barisan. Skala kompetisi ini bisa mencakup tingkat daerah, provinsi, ataupun nasional. Di Indonesia terdapat cukup banyak ajang kejuaraan tingkat nasional yang diselenggarakan, namun yang umumnya frekuentif diselenggarakan secara konsisten adalah Grand Prix Marching Band.
Drumline
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Untuk kegunaan lain dari drumline sebagai seksi perkusi dari marching band yang dibahas pada artikel ini, lihat Drumline (film).
Drumline merupakan seksi perkusi yang umumnya bermain sebagai bagian dari suatu penampilan ensembel musik yang dimainkan sambil berjalan.[1] Drumline biasanya tergabung dalam suatu grup marching band, namun kadang-kadang dapat pula eksis sebagai sebuah ensembel mandiri.[2] Istilah battery biasanya secara spesifik menunjuk pada bagian dari drumline. battery merupakan sekelompok orang dalam drumline yang melakukan beragam gerakan dan aksi manuver di lapangan. Instrumen-instrumen yang digunakan dalam battery biasanya terdiri atas snare drum, drum tenor yang dikenal pula sebagai quint-tom, drum bass, dan simbal.[2]Instrumen-instrumen lainnya yang digunakan dalam penampilan drumline yang umumnya bersifat statis disebut sebagai ensembel muka atau instrumen pit.[2] Instrumen pit tidak dimainkan dalam barisan seperti halnya battery, melainkan umumnya diletakkan di sebelah depan lapangan yang digunakan dalam penampilan.
Battery
Drumline Eagle High School, Amerika.
Pada masa lalu, selain dari instrumen-instrumen battery yang umum digunakan saat ini, marching timpani merupakan salah satu instrumen yang digunakan sebagai bagian dari battery. Namun dalam perkembangannya, instrumen ini pada akhirnya diadaptasikan penggunaannya sebagai instrumen pit. Demikian pula halnya dengan instrumen pit lainnya seperti lira, silofon, dan vibraphone. Dalam penampilan marching band modern saat ini para pemain snare drum, tenor, drum bass, dan kadang-kadang simbal umumnya disebut pula sebagai battery, sementara pit, atau ensembel muka, sebagai perlengkapan yang dimainkan di depan lapangan permainan.
Komandan Lapangan
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Drum major Marching Band Universitas Texas Tech
Drum Major, atau Field Commander, atau Komandan Lapangan adalah pemimpin dari suatu penampilan marching band yang diperankan oleh satu atau dua orang yang memimpin penampilan di atas panggung ataupun podium. Seorang komandan lapangan bertugas memberi perintah baik secara verbal, menggunakan isyarat melalui gerakan tangan, ataupun baton atas suatu gerakan dalam barisan, artikulasi suara, ataupun menjaga tempo dalam permainan. Pada penampilan parade sebuah drum band, peran komandan lapangan kadang-kadang digantikan pula oleh mayoret. Biasanya seorang komandan lapangan mengenakan seragam yang berbeda dari yang dikenakan oleh pemain lainnya, umumnya menggunakan ornamen dan aksesoris yang lebih mencolok sehingga menarik perhatian publik.
Sejarah
Keberadaan komandan lapangan dalam marching band bermula dalam tradisi korps drum militer inggris di tahun 1650. Kalangan militer saat itu umumnya melaksanakan instruksi ataupun berperang atas instruksi yang diberikan melalui isyarat dari komandannya, dan penampilan korps drum yang dipimpin oleh komandan lapangan bertugas memberikan instruksi-instruksi dalam bentuk isyarat kapada seluruh pemain.
Pada dasarnya, komandan lapangan korps drum militer bertanggung jawab atas:
 Pemberi instruksi pada seluruh pemain
 Disiplin militer atas seluruh anggota dalam korps drum
 Standar seragam dan aksesoris penampilan seluruh pemain
 Melaksanakan fungsi administratif korps
 Melatih dasar baris-berbaris militer, koreografi, dan gerakan pemain
Notasi musik
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Notasi musik adalah sistem penulisan karya musik. Dalam notasi musik, nada dilambangkan oleh not (walaupun kadang istilah nadadan not saling dipertukarkan penggunaannya). Tulisan musik biasa disebut partitur.
Notasi musik standar saat ini adalah notasi balok, yang didasarkan pada paranada dengan lambang untuk tiap nada menunjukkan durasi dan ketinggian nada tersebut. Tinggi nada digambarkan secara vertikal sedangkan waktu (ritme) digambarkan secara horisontal. Durasi nada ditunjukkan dalam ketukan.
Terdapat pula bentuk notasi lain, misalnya notasi angka yang juga digunakan di negara-negara Asia, termasuk Indonesia, India, danTiongkok.
Notasi balok
Notasi Gregorian awal notasi balok
Notasi Gregorian, ditemukan oleh Paus Agung Gregori pada tahun 590, .[1] adalah awal penulisan musik dengan not balok. Namun, Notasi Gregorian belum ada panjang nada (dinyanyikan sesuai perasaan penyanyi) dan masih dengan balok not yang 4 baris.
Not balok yang sekarang ini telah sempurna sekali untuk musik dibandingkan Notasi Gregorian.
[sunting]Unsur-unsur notasi balok
Interval not antarspasi (atau antargaris) adalah terts, sedangkan interval antara garis dan spasi adalah sekunde.
Dalam notasi balok, sistem paranada bergaris lima digunakan sebagai dasar. Bersama dengan keterangan mengenai tempo, ketukan, dinamika, dan instrumentasi yang digunakan, not ditempatkan pada paranada dan dibaca dari kiri ke kanan. Durasi nada dilambangkan dengan nilai not yang berbeda-beda, sedangkan tinggi nada dilambangkan dalam posisi not secara vertikal pada paranada. Interval dua not yang dipisahkan satu garis paranada (yaitu berada pada dua spasi yang bersebelahan) seperti digambarkan pada ilustrasi di samping merupakan interval terts, sedangkan interval antara not pada spasi dengan not pada garis adalah interval sekunde. Tanda kunci pada awal paranada menunjukkan tinggi nada yang diwakili oleh garis dan spasi pada paranada tersebut. Pada gambar di samping, kunci-Gdigunakan, menandakan bahwa garis kedua dari bawah melambangkan nada g¹. Dengan demikian, interval terts pada gambar di samping adalah pasangan nada a1–c2, sedangkan interval sekunde merupakan pasangan nadaa1–b1. Not-not yang melambangkan tinggi nada di luar jangkauan kelima garis paranada dapat digambarkan dengan menggunakangaris bantu yang diletakkan di atas atau di bawah paranada.
Contoh penggunaan notasi balok
Penggunaan notasi balok dijelaskan dalam contoh yang diambil dari bagian awal karya Johann Strauss, An der schönen blauen Donauyang disederhanakan ( perdengarkan).
Bagian awal An der schönen blauen Donau yang disederhanakan.
1. Di sebelah kiri atas pada awal lagu biasanya ditempatkan petunjuk tempo (yaitu kecepatan lagu), seringkali dalam bahasa Italia, yang di sini menunjukkan “tempo waltz”. Selain itu juga terdapat penanda metronom dalam satuan BPM (beats per minute), di sini 142 ketukan per menit.
2. Tanda birama menunjukkan ritme lagu. Angka di bagian atas tanda birama menunjukkan jumlah ketukan per birama, sedangkan angka di bawah menunjukkan nilai not per ketukan. Tanda birama 3/4 di sini menunjukkan bahwa terdapat tiga ketukan dalam birama, satu ketukan kuat diikuti dua ketukan lemah, dan masing-masing ketukan bernilai not seperempat.
3. Garis birama merupakan pemisah antarbirama.
4. Pada bagian awal paranada terdapat kunci-G yang menandakan bahwa garis kedua dari bawah melambangkan nada g¹(berfrekuensi sekitar 418 Hz).
5. Tanda mula utama yang di sini terdiri dari dua tanda mula kres pada garis nada c dan f menunjukkan bahwa kedua nada tersebut dinaikkan setengah nada dalam semua oktaf (dimainkan sebagai nada cis dan fis) serta menunjukkan bahwa karya musik bersangkutan bertangga nada D mayor atau B minor.
6. Not pertama adalah not seperempat dengan nada d1, dengan dinamika (nyaring lembutnya suara) mf (bahasa Italia, mezzo forte: agak nyaring). Dapat dilihat bahwa not tersebut langsung diikuti garis birama walaupun tiga ketuk dalam birama tersebut belum selesai. Dengan demikian, karya ini dimulai bukan dengan ketukan pertama bertekanan, melainkan dengan ketukan ketiga lemah dalam suatu birama pembuka (anacrusis).
7. Not kedua juga merupakan not seperempat dan bernada d1 yang jatuh pada ketukan pertama dalam birama berikutnya.
8. Tanda legato menghubungkan not d1 tersebut dengan not fis1 dan a1, menandakan bahwa ketiga not tersebut harus dimainkan secara legato (sambung-menyambung).
9. Pada birama berikutnya terdapat not setengah bernada a1 berdurasi dua ketukan.
10. Berikutnya terdapat not seperempat dengan dua kepala not pada posisi nada fis2 dan a2, menandakan bahwa kedua nada tersebut harus dimainkan bersamaan. Di atas not tersebut terdapat tanda staccato, menandakan bahwa not tersebut harus dimainkan secara staccato (terpisah nyata dari not sebelum dan sesudahnya).
11. Tanda diam seperempat menandakan bahwa tidak ada nada yang dimainkan selama (dalam hal ini) satu ketukan.
12. Di bawah tiga birama terakhir terdapat tanda decrescendo, menandakan bahwa pada ketiga birama tersebut terdapat perubahan dinamika, yaitu dimainkan makin melembut (dapat juga ditulis decresc. atau dim., diminuendo).
Notasi Angka
Dalam notasi angka, not ditentukan dengan angka 1 (do), 2 (re), 3 (mi), 4 (fa), 5 (sol), 6 (la) dan 7 (si). Nada 1 tanpa titik merupakan nada C natural di notasi balok. Tanda satu titik di atas not, menunjukkan bahwa not tersebut naik satu birama dari nada asli, sedangkan tanda satu titik di bawah not menunjukkan bahwa not tersebut turun satu birama dari nada asli.
Membaca Notasi Angka
Notasi angka 4 suara SATB
1. Do = G menunjukkan nada dasar lagu tersebut.
2. 4/4 menunjukkan Tanda birama yang menunjukkan ritme lagu. Angka di bagian atas tanda birama menunjukkan jumlah ketukan per birama, sedangkan angka di bawah menunjukkan nilai not per ketukan. Tanda birama 4/4 di sini menunjukkan bahwa terdapat empat ketukan dalam birama, satu ketukan kuat diikuti tiga ketukan lemah, dan masing-masing ketukan bernilai not seperempat
3. Tempo = 66 menunjukkan tempo lagu, artinya dalam satu menit ada 66 ketuk.
4. SATB menunjukkan tipe suara yang menyanyikan baris tersebut.
5. P berarti ‘piano’ yang berarti lembut, artinya lagi ini dengan dinamika yang lembut.
6. Tanda Crescendo yang dilanjutkan dengan tanda decrescendo, menunjukkan ada perubahan dinamika, yakni mengeras, kemudian melembut lagi.
7. Garis birama yang merupakan pemisah antar birama.

B-R-A-S-S !!

Dear my brass section..
Dan tadi adalah latihan gue yang terakhir sebelum KP selama 2 bulan ke depan. Meskipun tadi masih banyak yang harus dibenahi dari permainan kita, gue tetep senang dengan semangat kalian yang cukup oke. Apalagi pemaen Burgundy yang udah niup dari jam 7 sampe jam 11 tadi.
Teman-temin, gunain waktu yang ada dengan seefektif dan seefisien mungkin ya. Pokoknya kalian harus bisa membuat gue pangling dengan permainan kalian setelah gue balik dari KP. Gue tahu kalian pasti bisa. I can see it from your effort and progress.
Gue padahal pingin banget ngrasain capeknya latihan intensif BMBC bareng kalian. Gue pingin banget ada bersama kalian pas momen2 yang paling berkesan nanti. Damn, I’ll miss you guys so much.
Baik-baik ya kalian selama 2 bulan ke depan. Harus saling lebih deket satu sama lain pas intensif nanti .Kalian nanti juga jangan kaget ya kalo mungkin secara random gue nelpon salah satu dari kalian.
Gue ntar selama KP juga bakalan tetep latihan bagaimanapun caranya. Yang pasti buzzing. Kalo sempet latihan DS sendiri ya bakal gue lakuin. Gue juga ga mau kalah dari kalian donk.
Aduh, maaf ya kalo mungkin ada yang mikir “kok lebay amat sampe bikin post ginian”. Yaa…alesannya simpel. Soalnya gue udah terlalu sayang sama kalian. Ga cuma brass aja tapi semua aspek MBWG. Gue blom pernah ninggalin MBWG lebih dari 2 bulan soalnya. Paling lama itu 1,5 bulan lah kalo pas lagi liburan panjang.
Bersama dengan post ini, gue juga mau share sesuatu. Coba dibaca ya. Siapa tahu berguna buat kalian ke depannya. =)
(diambil dari cuplikan ucapan ulang tahun dari Andhika untuk Inasha Vaseany, 7 Mei 2012)
Filosofi Hidup Marching Band
Dari long note, saya belajar bagaimana mempertahankan kondisi ideal selama mungkin
Dari slurr, saya belajar bagaimana hal yang susah akan lebih mudah diraih dari hal yang serupa di bawahnya
Dari stacatto, saya belajar bagaimana kita harus bisa menjadi sosok yang tegas bila diperlukan
Dari konser fraksional, saya belajar bagaimana menyeimbangkan saya dengan lingkungan
Dari konser band, saya belajar mengenai peran saya di kehidupan yang terdapat beragam karakter
Dari roll step, saya belajar bagaimana menjalani kehidupan dengan mengalir sekaligus kokoh di waktu yang bersamaan
Dari display, saya belajar bagaimana kompleksitas kehidupan dan perjuangan untuk mendapatkan yang terbaik tidaklah mudah. But it’s all possible.
Dari marching band, saya belajar bahwa kita tidak hidup sendirian.
Dari marching band pula, saya belajar untuk terus mencoba bukan hingga benar tetapi hingga tidak pernah melakukan kesalahan lagi.
Dan dari marching band, saya mempunyai keluarga baru yang sangat saya cintai. That’s priceless.