Blog Apa Adanya


web widgets
Tampilkan postingan dengan label Mix. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mix. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Juli 2014

CARA MEMAINKAN ALAT MUSIK MARCHINGBAND/DRUMBAND


CARA MEMAINKAN ALAT MUSIK MARCHINGBAND/DRUMBAND
Instrumen yang digunakan dalam penampilan marching band umumnya dapat dikelompokkan pada beberapa kategori menurut jenis dan cara memainkan alat marching band. Pengelompokkan alat marching ini secara tidak langsung pula mempengaruhi struktur organisasional kepelatihan yang umumnya dispesifikasikan menurut kategori-kategori alat drum band tersebut, masing-masing kategori alat band memiliki pelatih tersendiri. Selain kepelatihan, pengelompokkan alat drum ini umumnya berpengaruh pula pada perilaku sosial para pemain marching drum band yang terlibat dengan menciptakan kelas-kelas social drum band non-formal yang membentuk kebanggaan kelompok.
Instrumen musik tiup
Pada mulanya ragam instrumen musik tiup yang digunakan dalam marching band identik dengan yang digunakan drum band. Namun pada perkembangannya, beberapa jenis instrumen musik tiup seperti cornet, clarinet, flugelhorn, saksofon (termasuk di dalamnya sofrano, alto, dan tenor), trombone, sousaphone, dan flute yang jamak digunakan alat drum band sudah ditinggalkan. Umumnya instrumen musik tiup yang digunakan dalam permainan marching drum band menggunakan nada dasar B♭ atau F. Jenis instrumen itu antara lain terompet, french horn, mellophone, tenor horn, baritone, euphonium, contra bass / tuba.
Instrumen musik perkusi
Instrumen musik perkusi dalam kelompok ini merupakan jenis instrumen bergerak yang dibawa oleh pemain dan dimainkan dalam barisan seperti halnya instrumen musik tiup. Seksi yang memainkan instrumen musik perkusi sambil berjalan disebut juga sebagai drumline atau battery. Ragam instrumen musik perkusi yang digunakan alat marching umumnya lebih sedikit dari yang digunakan pada permainan alat marching band. Contoh instrumen ini antara lain snare drum, drum tenor / quint, drum bass, simbal.
Instrumen pit (statis)
Instrumen pit pada dasarnya merupakan instrumen musik perkusi yang bernada. Pada penampilan alat band umumnya jenis instrumen ini bersifat statis, pemainnya tidak ikut dalam barisan seperti kelompok instrumen lainnya melainkan memainkannya di bagian depan lapangan yang digunakan dalam penampilan. Ragam jenis instrumen yang digunakan alat drum band umumnya lebih bervariatif dibandingkan drum band. Beberapa grup marching band bahkan terkadang merakit sendiri instrumen pit untuk menghasilkan suara-suara unik dalam musik yang dimainkan. Jenis instrumen ini antara lain xylophone, vibraphone, marimba, simbal, gong Cina, timpani, drum bass konser, tubular bell.
http://id.wikipedia.org/

JENIS-JENIS INSTRUMEN DALAM MARCHING BAND [BACA ORKES BARISAN]


Instrumen yang digunakan dalam penampilan Marching band [Orkes barisan] umumnya dapat dikelompokkan pada beberapa kategori menurut jenis dan cara memainkannya. Pengelompokan ini secara tidak langsung pula mempengaruhi struktur organisasi kepelatihan yang umumnya dispesifikasikan menurut kategori-kategori tersebut. Masing-masing kategori memiliki pelatih tersendiri. Selain kepelatihan pengelompokan ini umumnya berpengaruh pula pada perilaku sosial para pemain yang terlibat dengan menciptakan kelas-kelas soaial non-formal yang membentuk kebanggaan kelompok.
Instrumen Musik Tiup
Pada mulanya, ragam instrumen musik tiup yang digunakan dalamMarching band [Orkes barisan] identik dengan yang digunakan Drum band [Orkes barisan versi terdahulu]. Namun pada perkembangannya beberapa jenis instrumen musik tiup seperticornet, clarinet, flugelhorn, saxophone, trombone, sousaphone, dan flute yang jamak digunakan sebelumnya sudah banyak ditinggalkan. Umumnya instrumen musik tiup yang digunakan dalamMarching band [Orkes barisan] menggunakan nada dasar Bb atau F. Jenis-jenis instrumen musik tiup yang digunakan ialah
  • Trumpet
  • Frenc horn
  • Mellophone
  • Tenor horn
  • Baritone, euphonium
  • Contra bass/Tuba
Instrumen Muasik Perkusi
Merupakan instrumen bergerak yang dibawa oleh pemain yang dimainkan dalam barisan seperti halnya instrumen musik tiup. Seksi yang memainkan instrumen musik perkusi sambil berjalan disebut juga lini drum atau battery.  Ragam instrumen musik perkusi yang digunakan dalam Marching band [Orkes barisan] umumnya lebih sedikit dari yang digunakan pada drum band. Instrumen tersebut adalah :
  • Snare drum
  • Tenor / Quint
  • Drum Bass
  • Simbal
Instrumen PIT [Statis]
Pada dasarnya merupakan instrumen musik perkusi yang bernada. Pada penampilan Marching band [Orkes barisan] jenis intrumen ini bersifat statis, pemainnya tidak ikut dalam barisan seperti kelompok instrumen lainnya melainkan memainannya dibagian depan lapangan yang digunakan dalam penampilan. Ragam jenis instrumen yang digunakan Marching band [Orkes barisan ] umumnya lebih bervariatif dibandingkan Drum band. Jenis-jenis instrumen pit yang umumnya digunakan ialah :
  • Xilophone
  • Vibraphone
  • Marimba
  • Simbal [ber-stand]
  • Gong cina
  • Timpani
  • Drum Bass konser
  • Tubular bell
Instrumen Bendera
Instrumen bendera tidak digunakan untuk bermain musik, melainkan dimanfaatkan oleh pemainnya sebagai alat bantu aksi tarianuntuk menghasilkan efek-efek visual tertentu yang mendukung penampilan. Pada praktiknya, pemain instrumen ini tidak selalu menggunakan bendera sebagai aksesoris, namun bisa menggunakan peralatan lain seperti Senapan Kayu [Rifle], Pedang kayu [Sabre] dan Panji-panji[Air Blade] tergantung koreografinya untuk mendukung penampilan secara keseluruhannya.

SERAGAM & BENDERA


HARGA SERAGAM DRUM BAND KUALITAS STANDAR

MayoretPasukan
TKRp 200,000Rp 150,000
SDRp 250,000Rp 180,000
SMP/SMARp 280,000Rp 245,000
UMUMRp 320,000Rp 280,000
*Terdiri dari : Baju, Rok/Celana, Topi+Bulu & Sepatu
*Menggunakan bahan saten kombinasi payet
HARGA SERAGAM DRUM BAND KUALITAS TERBAIK

MayoretPasukan
TKRp 265,000Rp 225,000
SDRp 305,000Rp 265,000
SMP/SMARp 315,000Rp 280,000
UMUMRp 355,000Rp 305,000
*Terdiri dari : Baju, Rok/Celana, Topi+Bulu & Sepatu
*Menggunakan bahan drill bagus (american, nagata, japanese) dan kombinasi payet

HARGA BENDERA / COLOR GUARD :
UKURAN TK (bendera + stick/tongkat)
3 warna = Rp. 60.000
4 warna = Rp. 70.000
5 warna = Rp. 80.000
6 warna = Rp. 90.000
UKURAN SD (bendera + stick/tongkat)
3 warna = Rp. 80.000
4 warna = Rp. 90.000
5 warna = Rp. 100.000
6 warna = Rp. 110.000
UKURAN SMP/SMA (bendera + stick/tongkat)
3 warna = Rp. 100.000
4 warna = Rp. 110.000
5 warna = Rp. 120.000
6 warna = Rp. 130.000

I LOVE MARCHING BAND

Sebagai seorang remaja saya tidak mau masa muda saya terlewatkan begitu saja tanpa diisi dengan kegiatan yang berguna, saya juga tidak mau hidup saya sama saja seperti remaja biasa lainnya yang tidak memiliki pengalaman yang bisa dibanggakan, saya ingin dalam hidup saya lain dari remaja biasanya dan bisa memiliki kebanggaan tersendiri yang belum tentu dimiliki orang lain. Mungkin memang banyak remaja yang berpikiran seperti saya dan banyak juga jalan yang mereka pilih untuk kebanggaan hidupnya. Sudah cukup banyakkegiatan yang saya ikuti untuk bisa memiliki kebanggan tersendiri, diantaranya mengikutu keanggotaan bulu tangkis, basket, bahkan cheerleaders, tapi ternyata marching band menjadi pilihan saya yang bisa saya banggakan.
Saya mengikuti kegiatan marching band belum lama, saya masuk ke unit Nawala Pos Indonesia Marching Band pada tanggal 5 November 2006, pada saat itu saya duduk di bangku kelas 2 SMA, terbilang telat mungkin, tapi tidak ada kata terlambat untuk belajar bukan ?. Saat masuk marching band, tidak ada alat musik yang saya kuasai, pengalaman saya hanya di bidang tari yaitu saat saya mengikuti kegiatan cheerleader di sekolah, maka saat masuk marching band saya masuk ke section colour guard, yaitu section marching band sebagai visualisasi yang dasarnya menari balet dan memainkan bendera.
Tiga tahun mengikuti marching band saya rasa belum ada apa-apanya. Masih banyak yang belum saya ketahui lebih dalam. Yang saya tahu marching band adalah band yang berjalan (marching=jalan). Disini maksudnya mungkin memainkan alat musik yang berjalan tidak diam ditempat. Yang saya tahu ada tiga jenis pertunjukan marching band, yaitu parade, pertunjukan marching band yang dibawakan dengan barisan rapi tang berjalan, lalu konser, pertunjukan marching band yang dibawakan diam di tempat, dan yang paling seru menurut saya ialah display, yaitu pertunjukan marching band yang berjalan membentuk formasi-formasi yang berubah-rubah.
Dalam marching band terdapat beberapa section, diantaranya section alat tiup (brass line) biasanya terdiri dari trompet, mellophone, trombone, barithone, dan tuba. Lalu section alat pukul (percussion line) biasanya terdiri dari snare, tom, bass drum, dan simbal. Section pitt instrumen. Section colour guard, sebenarnya tidak hanya menari sambil memainkan bendera, ada beberapa alat lain yang digunakan misalnya tongkat, riffle, dan cyber, benderapun terdapat beberapa jenis, diantaranya standart, single, double, giant, super giant, dan bendera T. Yang mengatur jalannya musik marching band disebut field commander (FC).
Saya bergabung di unit Nawala Pos Indonesia Marching Band, yaitu marching band unit binaan PT. Pos Indonesia. Unit ini berdiri pada tahun 1996 tepatnya 17 September 1996. Di Indonesia sendiri banyak sekali unit marhing band yang bagus-bagus.
Manfaat yang saya dapatkan dari mengikuti kegiatan ini cukup banyak, diantaranya musik skill, meskipun pada awalnya tidak menguasai sama sekali alat musik tapi disini akan diajarkan betul-betul dari nol. Self-confidance, di marching band kita diajarkan mamiliki rasa percaya diti yang tinggi, rasa percaya diri sebagai bintang. Teamwork, sebagai sebuah unit yang terdiri dari banyak orang di dalamnya, kita harus memiliki teamwork yang kuat, kebersamaan yang kuat demi kekuatan unit kita. Health and fitness, dengan program latihan yang ada maka kita berolahraga juga selama latihan, jadi badan kita akan sehat. Acievement, leadership, loyalty, karena kita mendapatkan uang bulanan dan mendapatkan uang tampil J, community identity, self-esteem and fun J.
Pengalaman yang paling tidak terlupakan selama mengikuti marching band ialah menjadi peserta Grand Prix Marching Band (GPMB)yaitu kejuaraan marching band tingkat nasional yang memperebutkan piala bergilir presiden. Kejuaraan ini diadakan satu taun sekali, biasanya di akhir taun dan diadakan di istora gelora Bung Karno. Dalam kejuaraan ini setiap marching band diberi waktu 12 menit untuk menunjukan display, musik, gerakan colour guard, dan costum terbaiknya. Kejuaraan ini selalu diikuti Marching band-marching band se Indonesia. Kejuaraan ini diadakan selama dua hari, hari pertama merupakan babak penyisihan dan hari kedua merupakan babak final. Tahun ini merupakan tahun pertama saya mengikuti kejuaraan ini di GPMB ke XXV tahun 2009.
Target unit saya tahun ini memang bukan unuk jadi juara tapi menampilkan yang terbaik dan bisa masuk babak final. Unit kami memulai latihan dari bulan April, latihannya seminggu 3 hari tapi semakin mendekati kejuaraan jadwal latihan semakin diperpadat, belum lagi ada training center atau latihan terpusat, yaitu para anggota diasramakan dan difokuskan hanya untuk latihan.
Tahun ini,unit saya mengambil tema Final Fantasy VIII, dengan aransemen musik yng menarik, visualisasi dari colour guard, dan dengan teatrical supaya lebih menunjukkan tema. Unti saya berhasilmancapai tegetnya tahun ini. Kami main di babak penyisihan dan memperoleh pringkat 15 dari 21 unit yang main di divisi umum, sesuai peraturan yang berlaku 70% unit terbaik masuk final, dan unit saya pun berhasil masuk final meskipun menjadi juru kunci. Di final Nawala naik satu peringkat menjadi peringkat 14 mengalahkan marching Band Bulldozer Jakarta. Target Nawala tahun ini pun terpenuhi. Kerja keras kami selama 9 bulan tidak sia-sia.
Inilah pengalaman yang paling saya kenang di tahun 2009 ini, fokus saya di Marching Band tahun ini akhirnya bisa memenuhi target, meskipun karena ini mungkin kuliah saya sedikit terbengkalai L, banyak tugas yang telat dikumpulkan L tapi untungnya tidak sampai bolos kuliah J, maaf yahh para dosen, teman-teman, terutama orang tua saya J. Mungkin ini risiko yang harus saya terima dari keberhasilan saya memenuhi target marching band dan fokus saya untuk marching band di tahun ini. Tapi ini juga menjadi pelajaran untuk saya supaya saya lebih bisa membagi waktu dan mempriorotaskan yang lebih penting, saya akan terus belajar dan berusaha untuk itu agar bisa berhasil di semua bidang yang saya jalani. Semangat……. J !!!

MARCHING BAND SEBAGAI PENDIDIKAN BERKARAKTER


 
Di Indonesia, ada kalanya Marching Band dikategorikan dan dipersepsikan sebagai aktifitasolahraga fisik. Namun secara fungsi dan manfaat, Marching Band modern sudah dikolaborasikanantara kegiatan, fisik (baris-berbaris membentuk konfigurasi), bermain musik orkestratif, dan geraktari dan olah tubuh. Marching Band secara umum sudah bertransformasi dari kegiatan parade jalanuntuk mengiringi baris-berbaris militer, manjadi suatu pertunjukan musik dan gerak dalam lapangan(Kirnadi, 2004). Mills (1988) berpendapat bahwa Marching Band harus memiliki 10 dimensi manfaat,4 diantaranya berdimensi kesenian antara lain pertunjukan musikal (
musical performance),
musikyang berestetika
 (musical aesthetics),
pencapaian musikal
 (musical achievement),
pengembanganmusik
 (musical development).
 Manfaat tersebut seyogyanya dapat menjembatani kekuranganpendidikan musik pada pendidikan formal di sekolah-sekolah di Indonesia. Selain manfaat secaramusikalitas, Marching Band juga berkaitan erat dengan seni tari kontemporer dan tradisional. Gerakolah tubuh yang diperagakan oleh
colorguard 
menambah citra seni dalam marching band,mentransformasikan keindahan visual yang disesuaikan dengan ritme lagu yang dimainkan. Fungsigerak disini tidak terbatas pada gerakan bendara, namun dipadukan dengan dasar-dasar olahtubuh
ballet 
 dan tari kontemporer maupun tradisional Indonesia.3. Fungsi SosialKontribusi lain adalah bahwa Marching Band dapat meningkatkan kemampuan sosial dan individualseseorang. Mills (1988) mengatakan bahwa manfaat Marching Band secara sosial adalahpeningkatan hubungan sosial (
social enrichment),
 pencapaian tim
 (group accomplishment),
identitasinstitusi
 (school identity),
 peningkatan diri
 (self-improvement),
peningkatan
interpersonal skills,and
rekreasi. Ia menambahkan bahwa remaja yang aktif dalam kegiatan Marching Band dapatmeningkatkan kemampuan sosial kemasyarakatan ketimbang mereka yang tidak mengikutiorganisasi ini. Hermawan (2010) menambahkan pula bahwa marching band dapat meningkatkankemampuan berorganisasi dan manajemen antar anggota, antara lain kepemimpinan, manajemenwaktu, rekrutmen anggota, manajemen musik dan pelatihan.LANGKAH STRATEGISDalam rangka perwujudan masyarakat Indonesia yang berkepribadian dan berkarakter positif,Marching Band dapat menjadi salah satu solusi terhadap kondisi remaja Indonesia yang diliputi olehkekerasan fisik dan tindakan negatif lainnya. Kekurangan pendidik seni merupakan salah satukendala yang ada saat ini, sehingga solusi yang memungkinkan adalah melakukan kerjasamabilateral antara Indonesia dengan negara-negara yang memiliki standar pendidikan seni yangmapan, antara lain Amerika Serikat, Selandia Baru dan Inggris. Usulan kerjasama dalam pendidikankarakter dan seni ini seyogyanya dapat menjembatani pendidikan musik formal maupun non-formaldi Indonesia. Kegiatan Marching Band di Amerika diwadahi oleh beberapa organisasi nirlaba
(non- profit organisation)
 seperti Drum Corps International atau disingkat DCI. Organisasi ini bertugasmewadahi unit-unit Drum Corps di Amerika Serikat dan Internasional dan menyelenggarakankompetisi bergengsi setiap tahunnya. Selain kompetisi, DCI juga mempunyai divisi pendidikan untukmemberikan pelatihan dan klinik secara domestik maupun internasional. Salah satu unit, yaitu TheBlue Devils, pernah memberikan
coaching clinic
 di Kuala Lumpur, Malaysia pada tahun 2011kepada unit-unit Marching Band se-Asia Tenggara.Figure 4. Coaching Clinic oleh The Blue Devils di KL, MalaysiaKolaborasi antara unit-unit Marching Band di Indonesia dan Amerika Serikat merupakan salah satulangkah konkrit yang dapat didukung oleh pemerintah Indonesia, dalam rangka peningkatankemampuan bermusik dan seni bagi sekolah-sekolah, baik yang belum maupun yang sudahmempunyai unit marching band. Dua perspektif dibawah ini menggambarkan keuntungan dalamkolaborasi antar unit Marching Band Indonesia dengan Amerika Serikat:
 
1.
 
Perpektif Indonesia.Marching Band di Indoneisa dapat memperoleh manfaat antara lain:1.
 
Peningkatan metode pembelajarn musik, baik di dalam kelas maupun di lapangan. Dengandidatangkannya pelatih dan pendidik dari unit Marching Band luar, unit Marching Band diIndonesia dapat belajar bagaimana membuat system pengajaran musik yang sesuaistandard internasional serta terstruktur, sesuai dengan tingkat kemampuan musik diIndonesia. Indonesia membutuhkan metode pembelajaran musik yang efektif dankomprehensif serta dapat diaplikasikan ke dalam pendidikan formal di sekolah, maupunpendidikan musik non-formal seperti di kegiatan Marching Band.2.
 
Dengan diperkenalkannya metode efektif belajar musik, kualitas pendidikan seni, baik di kotabesar maupun kota-kota kecil dapat ditingkatkan. Banyak dari unit-unit Marching Band didaerah kekurangan informasi dan edukasi mengenai Marching Band, sehingga kerjasamatersebut sangat diperlukan untuk peningkatan kemampuan bermain musik.3.
 
Kerjasama ini tidak hanya berfokus pada peningkatan seni musik, tetapi juga peningkatansegi tari dan gerak, yang mana pendidikan seni tari kontemporer telah dikembangkan olehsekolah-sekolah di Amerika Serikat. Pendidikan seni visual dan koreografi sangatdibutuhkan oleh sebuah marching band, dimana mereka telah mengembangan pendidikanmengenai dasar-dasar tari, ballet dan seni pertunjukan.1.
 
Perpektif Amerika Serikat.Kerjasama ini juga berdampak positif pada Negara mitra seperti Amerika, antara lain:1.
 
Seni pertunjukan Barat, bersama dengan studi kontemporer akan memperoleh manfaatdengan menggabungkan unsur budaya timur, terutama seni tradisional Indonesia. Sebuahstudi komprehensif seni Indonesia dapat dikembangkan menjadi salah satu kurikulum diuniversitas mitra.2.
 
Sebuah studi dari marching band di Indonesia juga akan menjadi topik yang menarik untukstudi pendidikan universitas mitra. Faktor-faktor seperti kondisi daerah terpencil Indonesiayang mempunyai unit Marching Band, kurangnya instrumen yang memadai dan pendidik ditempat-tempat tersebut, dan budaya serta tradisi masyarakat Indonesia; menjadi objekpenelitian menarik bagi studi universitas mitra.3.
 
Musik dan visual adalah sebuah seni kreatif dan kontemporer yang belakangan ini menjaditopik menarik seniman dan pembuat lagu untuk dieksplorasi. Sebuah kolaborasi penelitiuntuk menjelajahi daerah ini kemungkinan akan menjadi topik yang menarik untuk hadirdalam Konferensi Internasional musik dan seni di seluruh dunia.RINGKASAN DAN KESIMPULANPemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan diharapkan dapat mendukungterselenggaranya pendidikan music yang berkarakter serta dapat menunjang pendidikan formaldalam sekolah-sekolah yang tersebar di seluruh Indonesia. Sebagai pendidikan non-formal,Marching Band memberikan solusi alternatif dalam berkreatifitas seni dan olahraga yang tidak biasditawarkan oleh kurikulum sekolah yang ada sekarang.Marching Band adalah sebuah organisasi multi-disiplin berbasis apresiasi music dan gerak, yangdapat membantu membentuk karakter positif seorang remaja. Pengenalan ilmu musik, pengalamanberorganisasi, pengenalan kedisiplinan dan akuntabilitas diri, dan sarana bersosialisasi dan rekreasimerupakan beberapa manfaat riil yang dapat dirasakan seorang anggota Marching Band selamaberaktifitas, maupun setelah bekerja di dunia nyata. Marching Band juga dapat menyatukan semua
 
kalangan muda, unsur latar belakang seseorang, agama, dan etnis untuk bersama-samamenciptakan suasana sportif dan berseni, berkompetisi di jalan yang sehat dan positif.BibliografiAnjari, W. (2012). TAWURAN PELAJAR DALAM PERSPEKTIF KRIMINOLOGIS, HUKUM PIDANA,DAN PENDIDIKAN.
MAJALAH ILMIAH WIDYA, 29
(324).BlogBappenas. (2013). Empat puluh tahun dari sekarang, sebesar apakah ekonomi Indonesia?Retrieved 14 July, 2013, from http://www.bappenas.go.id/blog/?p=345 Erdmann, L. D., Graham, R. E., Radlo, S. J., & Knepler, P. L. (2003). Adolescents' Energy Cost InMarching Band.
Perceptual and motor skills, 97 
(2), 639-646.Hermawan, M. (2010). Interaksi multi disiplin ilmu dalam sebuah organisasi; Studi kasus organisasiMarching Band.
 Jurnal Universitas Paramadina, Conference edition
(1), 34-40.Interaktif, T. (2013). Indonesia in 2050.
Tempo Interaktif 
 Retrieved 14 July, 2013,fromhttp://en.tempo.co/read/news/2013/07/03/240493259/Indonesia-in-2050 JaringNews. (2012). 2050, Ekonomi Indonesia Terbesar Ke-4 di Dunia Retrieved 14 July, 2013,from http://jaringnews.com/ekonomi/umum/25772/-ekonomi-indonesia-terbesar-ke--di-dunia Kemendikbud. (2013). Visi dan Misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Retrieved 14 July,2013, from http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/tentang-kemdikbud-visi Kirnadi. (2004).
Pengetahuan Dasar Marching Band 
 (Vol. 1). Jakarta: Citra Intirama.Mack, D. (2007). Art (Music) Education in Indonesia: A Great Potential but a DilemmaticSituation.
Educationist, I
(2), 62-74.Mills, D. L. (1988).
The meaning of the high school band experience and its relationship to bandactivities.
 Unpublished Doctor of Philosophy Dissertation, University of Miami.Rogers, G. L. (1985). Attitudes of high school band directors and principals toward marching bandcontests.
 Journal of Research in Music Education, 33
(4), 259-267.Zdzinski, S. F. (2004). Contributions of Drum Corps Participation to the Quality of Life of Drum CorpsAlumni.
Bulletin of the Council for Research in Music Education
, 46-57.