Blog Apa Adanya


web widgets
Tampilkan postingan dengan label Snare Drum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Snare Drum. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Juli 2014

Teknik Moeller dan Teknik Rimshot

Kali ini kita akan membahas mengenai teknik moeller dan teknik rimshot. Apa yang akan kita bahas disini? Kita akan membahas mengenai perbedaan di antara kedua teknik ini. Ada teman yang bertanya mengenai hal ini melalui facebook saya dan kemudian akhirnya saya coba untuk membuat videonya, agar teman tersebut bisa lebih mengerti dan lebih paham mengenai kedua teknik drum ini.
Sebenarnya memang sangat berbeda sekali antara kedua teknik ini. Kalau rimshot itu kan kita hanya memukul mengenai rimnya tiap kali kita memainkan drum kita. Tiap kali kita membuat beat dan memukul snare drumnya kita pasti akan memukul bagian rimnya, itulah kenapa dinamakan dengan rimshot.
Nah semoga apa yang saya sampaikan pada video di atas bisa membuat teman-teman lebih mengerti mengenai apa itu rimshot. Kemudian kita akan membahas mengenai teknik moeller. Sebetulnya saya sudah membahasnya di artikel saya yang sebelumnya yaitu artikel yang berjudul Apa Itu Teknik Moeller, teman-teman bisa membacanya terlebih dahulu disitu.
Nah tapi saya juga membuat video yang menjelaskan secara mendetail mengenai perbedaan dari kedua teknik tersebut. Teman-teman bisa menontonnya pada video di bawah ini..
Semoga apa yang saya jelaskan pada video di atas mudah untuk dimengerti, kalau teman-teman ada yang bingung silakan teman-teman bisa bertanya melalui facebook saya, atau teman-teman bisa menonton lebih banyak lagi video-video drum saya di channel youtubesaya.
Nah kalau begitu kita sudahi dulu saja artikel teknik moeller dan teknik rimshot ini.

Apa Itu Teknik Moeller?

Kali ini kita akan membahas mengenai apa itu teknik moeller. Teknik moeller adalah sebuah teknik yang diciptakan seseorang yang bernama Sanford Augustus Moeller. Ia melihat banyak drummer yang menggunakan cara yang seperti ini berhasil meningkatkan kecepatan dan juga power yang dihasilkannya.
Oleh karena itu ia kemudian mencoba menyempurnakan teknik tersebut. Jadi buat teman-teman yang ingin mendapatkan kecepatan dalam bermain drum dan juga power yang dahsyat, sangat bagus kalau teman-teman melatih teknik moeller ini.
Nah seperti apa sih sebenarnya teknik moeller ini? Kebetulan pada video di bawah ini saya sudah membuat video yang menjelaskan mengenai teknik moeller ini. Jadi teman-teman semua tinggal menonton saja teknik moeller ini, semoga apa yang saya coba sampaikan pada video tersebut mudah untuk teman-teman mengerti.
Nah semoga apa yang saya sharingkan mengenai teknik moeller ini bisa bermanfaat buat teman-teman semuanya. Buat teman-teman yang ingin bertanya bisa bertanya melalui akunfacebook saya. Kita sudahi dulu ya artikel apa itu teknik moeller ini. Salam drummer..

Cara Memegang Stick

Kali ini saya akan membahas mengenai cara memegang stick yang kita kenal dalam bermain drum. Sebenarnya kalau kita berbicara mengenai cara memegang stick ini tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah kalau menurut saya, hanya ada konsekuensi dari cara memegang stick tertentu. Nah mari kita bahas dua cara memegang stick yang banyak dikenal orang.
Ada 2 cara memegang stick yang dikenal, yaitu :
  1. Traditional Grip
  2. Matched Grip
Mari kita bahas satu persatu mengenai dua cara memegang stick ini.

Cara Memegang Traditional Grip

Dari gambar dibawah ini, dapat kita lihat seperti apa cara memegang stick Traditional Grip ini
traditional_grip
Traditional Grip ini berawal dari marching band. Dalam marching band snare drum biasanya dikalungkan dengan menggunakan sebuah tali, yang mengakibatkan posisi snare yang sebelah kiri lebih tinggi daripada posisi snare yang sebelah kanan, sehingga tidak memungkinkan jika para marching drummer tetap memaksakan menggunakan matched grip. Posisi ini memaksa para marching drummer untuk merubah cara memegang stick dengan tangan kirinya, yang pada akhirnya melahirkan cara memegang stick yang dinamakan dengan nama traditional grip.
traditional-grip
Kalau kita melihat para marching drummer yang sekarang, sudah ada suatu sistem support yang dikenakan dibadan mereka sehingga snare drum mereka bisa lurus dan tidak tinggi sebelah. Namun jaman dulu belum tercipta sistem support yang seperti itu sehingga mau tidak mau mereka harus merubah cara memegang tangan kirinya. Kalau sekarang karena sudah ada sistem support yang memungkinkan snare drum menjadi lurus, maka para marching drummer sebenarnya mempunyai pilihan untuk bisa menggunakan matched grip. Namun mengapa sampai sekarang masih ada aja drummer yang tetap menggunakan traditional grip? Ada beberapa alasan antara lain :
  1. Mempertahankan tradisi.
  2. Ternyata cara memegang stick dengan traditional grip menghasilkan sound yang berbeda dengan sound yang dihasilkan dari cara memegang matched grip. Traditional grip menghasilkan sound yang jauh lebih lembut daripada matched grip, sehingga traditional grip masih sering dipakai oleh para drummer jazz dan drummer-drummer yang membutuhkan sound yang lembut.
  3. Cara memegang stick dengan traditional grip terlihat lebih keren daripada matched grip, itulah salah satu alasan juga mengapa traditional grip masih dipertahankan hingga saat ini.
Itulah kira-kira 3 alasan mengapa traditional grip masih dipertahankan hingga kini, nah sebelum kita berlanjut membahas cara memegang stick yang satunya lagi, kita tonton dulu video mengenai traditional grip di video di bawah ini..
belajar-drum-online-iman-prabawa

Cara Memegang Matched Grip

Cara memegang dengan matched grip ini adalah cara memegang stick yang paling mudah, karena setiap dari kita jika kita mengambil sepasang stick pasti akan memegang dengan cara matched grip secara tidak sadar. Cara memegang dengan matched grip ini sendiri terbagi 2, yaitu :
  1. German Grip
Cara memegang german grip adalah ketika kita memegang dengan matched grip, telapak tangan kita menghadap ke bawah, atau ke lantai. Teknik memegang german grip ini biasanya digunakan oleh para pemain marimba, atau xylophone.
german-grip
  1. French Grip
Cara memegang french grip ini adalah ketika memegang dengan matched grip, telapak tangan kita menghadap ke samping, sama seperti ketika kita hendak bersalaman. Teknik memegang french grip ini biasanya digunakan oleh para pemain tympani, yang biasanya bermain dalam sebuah orkestra.
french-grip
Nah untuk lebih jelasnya bisa kita tonton pada video di bawah ini, di video ini saya menjelaskan mengenai cara memegang matched grip ini dengan lebih detail..
Cara manapun yang kita pilih dalam memegang stick, apakah itu traditional grip atau matched grip(french grip atau german grip) langkah pertama yang harus kita lakukan adalah menentukan titik fulcrumnya terlebih dahulu. Apakah titik fulcrum itu? Titik fulcrum adalah titik tumpu atau daerah pada stick dimana ketika kita jatuhkan stick, stick tersebut akan memantul dengan paling sempurna. Dititik tumpu tersebut stick akan memantul paling tinggi ketika stick kita pantulkan ke pad drum atau snare drum. Cara mencari titik fulcrum itu, kita lihat gambar dibawah ini :
titik-fulcrum
coba kita jatuhkan stick tersebut ke lantai, dan kita geser perlahan-lahan titik tumpunya sampai kita mendapatkan titik tumpu dimana stick tersebut akan memantul ke atas, dengan pantulan tertinggi. Setelah titik fulcrum itu kita dapatkan lalu kita mulai pegang dengan jari telunjuk dan jempol kita, seperti terlihat pada gambar dibawah ini.
titik-fulcrum
kalau kita memegangnya dengan cara traditional grip, berarti setelah titik fulcrum itu kita temukan, yang kemudian kita lakukan adalah menyelipkan stick diantara jempol dan telunjuk tangan kiri kita. Atau dapat kita lihat pada gambar dibawah ini..
tradtional-grip-fulcrum
Buat yang ingin bertanya atau ingin les drum langsung dengan saya, bisa menghubungi saya melalui facebook belajar drum saya atau bisa langsung menuju blog pribadi saya.
Sekian artikel mengenai cara memegang stick ini. Terima kasih dan sampai ketemu di tulisan saya yang selanjutnya, salam drummer.. :-)

Buku Tutorial Bermain Drumb Buku Tutorial Bermain Drumb

Buku Tutorial Bermain Drumb

Kali ini tidak hanya drumband yang kita bahas akan tetapi dum set.
Drum sebenarnya bermacam-macam. Ada snare,
tom-tom, bass, conga, tymbal, mondo, bedug, tabla… dll, mereka
sebenarnya adalah drum, karena memainkannya dengan cara dipukul. Tetapi
yang kita bahas adalah DRUMSET, yang bisa dibilang bentuk drum paling
modern. Drumset itu sendiri sebenarnya terdiri atas 3 drum, yaitu Snare,
tom-tom dan bass drum. Untuk tom-tom masih dapat dibagi dua lagi,
yaitu: Mounted tom dan floor tom-tom (tergantung dari peletakan dan
diameter saja). Dari ketiga unsur tersebut masih ada beberapa unsur
penting lagi, yaitu cymbal, hardware (pedal, hihat stand, cymbal stand,
snare stand, tom holder/tom stand) dan drumhead. Tom-tomterdiri atas
berbagai macam ukuran baik dalam kedalamannya dan diameternya. Ukuran
suatu drum biasnya ditulis 12×10 yang maksudnya adalah kedalamannya 12
inchi dan diameternya 10 inchi. Diameter tom-tom bervariasi, biasanya
tom-tom paling kecil berdiameter 6″, dan berlanjut ke 8″, 10″, 12″, 13″,
14″, 15″, 16″, 18″ dan 20″. Ukuran tom-tom 14″ keatas dapat digolongkan
sebagai floor tom-tom, tetapi tergantung dari peletakannya juga.
Tom-tom menggunakan 2 drumhead, atas dan bawah, kecuali pada tahun 70-an
dimana tom-dan bass drum hanya menggunakan 1 drumhead saja, dan
suaranya jelek sekali. Badan tom-tom atau yang biasa disebut dengan
shell terbuat dari kayu. Untuk drum kelas pemula biasanya menggunakan
kayu Mahogany dan untuk kelas professional biasanya menggunakan kayu
Birch dan Maple. Kayu Birch dan Maple lebih mahal karena menghasilkan
suara atau tone yang bulat dan jernih. Kayu pada tom-tom biasanya
mempunyai ketebalan dari 4 sampai 10 mm. Semakin tipis kayu maka suara
yang dihasilkan semakin kaya dan sensitive. Sedangkan semakin tebal kayu
suara yang dihasilkan semakin keras, tetapi suaranya tidak terlalu kaya
dan kurang sensitive. Bass drum tidak terlalu berbeda dengan tom-tom,
hanya bass drum mempunyai diameter yang lebih besar, 16″, 18″, 20″, 22″,
24″ dan bahkan 26″ atau lebih. Dan bass drum dipukul dengan menggunakan
pedal dan ditaruh dibawah. Tetapi suara bass drum tidak seperti tom-tom
yang bersuara “Dung…” tetapi cenderung bersuara “Dug…” (lebih mati
suaranya). Kayu bass drum cenderung lebih tebal untuk menghasilkan suara
yang lebih keras dan untuk ketahanan drum itu sendiri. Snare
drumadalah drum yang paling berbeda diantara lainnya (dari bentuk dan
suaranya). Dan snare drum merupakan unsur utama dari drumset (yang
paling sering dipukul). Drum ini biasanya berukuran 10″ sampai 15″,
tetapi yang paling biasa digunakan adalah ukuran 14″. Yang membuat
perbedaan pada snare drum yaitu pada bagian bawah drum tersebut. Di
bawahnya menggunakan kawat-kawat yang berbentuk spiral atau yang
sebenarnya dinamakan Snare Wire /Strainer. Benda itulah yang membuat
perbedaan pada snare drum. Jika anda memukul head atasnya maka snare
wire dibawah segera merespon, dengan cara ’memukul’ kembali head bawah
dan menghasilkan suara yang tajam. Maka dari itu, sebenarnya ’nyawa’
dari snare drum terletak pada snare wirenya. Jika snare wirenya dilepas
maka suara yang dihasilkan hampir sama dengan tom-tom. Cymbal,
lagi-lagi merupakan ’nyawa’ bagi drumset, karena hampir tidak mungkin
bermain drum tanpa cymbal (ibaratnya seperti makan nasi tanpa nasi,
nggak makan donk…). Cymbal terdiri atas 4 jenis mereka yaitu: Hihat
cymbal: ’Jantungnya’ cymbal dan drum. Berguna untuk menjaga
waktu/tempo. terdiri atas sepasang cymbal. berukuran 8″ sampai 15″.
Ukuran standart 14″ Ride cymbal: Sama fungsinya dengan hihat tetapi
dengan bentuk dan suara yang berbeda. Hanya terdiri dari satu cymbal
tetapi berukuran besar 18″ sampai 22″. ukuran standar 20″ Crash cymbal:
Berguna untuk memberi phrase/nada pada suatu lagu. Berukuran 13″
sampai 22″ tergantung dari selera pemain. Efek cymbal: Efek cymbal
terdiri atas Splash, bell, china dan swiss. Berguna untuk memberi
’warna’ khusus pada suatu lagu. Splash dan bell biasanya berukuran 6″
sampai 12″ dan untuk china dan swiss biasanya berukuran 16″ sampai 22″.

Hardware terdiri atas berbagai macam bentuk dan fungsi:

Pedal: Berguna untuk memukul bass drum, juga tersedia double pedal,
yaitu pedal yang menggunakan 2 pedal dan 2 pemukul atau beater untuk
mendapatkan suara yang lebih pada bass drum. Hihat stand: Untuk
menempatkan hihat cymbal yang terdiri atas 2 buah cymbal sehingga anda
dapat membuka dan menutup kedua cymbal itu dengan kaki kiri anda.
Cymbal stand: Untuk menempatkan segala macam jenis cymbal kecuali
hihat. Snare stand: Untuk menempatkan Snare drum dan anda dapat
merubah posisinya sesuka anda. Tom holder/tom stand: Berguna untuk
memasang tom-tom.
Drumhead mempunyai ukuran, type, fungsi dan
ketebalan yang berbeda. Drumhead terdiri atas 3 bagian; Pertama Batter
head, yaitu drumhead yang dirancang khusus untuk dipukul. Kedua,
Resonant hanya ditaruh pada bagian bawah tom-tom dan bagian depan bass
drum. Head ini tidak untuk dipukul, head ini berguna untuk memberi
’hidup’ pada tom-tom dan bass drum. Dan terakhir adalah snare side,
khusus hanya untuk ditaruh dibagian bawah snare untuk mendapatkan suara
snare wirenya. Snare side merupakan head yang paling tipis. Ingat, tidak
untuk dipukul.
Cara mudah bermain drum Pertama, untuk memulai
belajar main drum anda tidak perlu sebuah drum. Lho? Gimana cara? That’s
easy!!! Buatlah delapan ketukan dengan tangan kanan anda, tapi bunyi
hitungan adalah ” 1 and 2 and 3 and 4 and” (bahasa inggris). Pada setiap
angka dan “and” yang anda sebutkan buatlah pukulan bersamaan dengan
hitungan. Lakukan!
“one and two and three and four and”

Sudah? Nah, itu adalah ketukan 1/8. Ingat, 1/8. Nah, sekarang buat
ketukan dengan tangan kiri pada hitungan “two” dan “four”. Tangan kanan
tetap membuat ketukan seperti yang pertama. 1 2 3 4… Mulai!
“one and two and three and four and”.
Sudah? mudahkan? Tapi itu belum semua… step terakhir adalah membuat
ketukan dengan kaki kanan yang jatuhnya pada hitungan “one” dan “three”.
Tapi lagi2 tangan kanan dan kiri tetap melakukan hal yang sudah anda
lakukan tadi, kaki kanan tinggal memperkaya ketukan2 itu. 1 2 3 4…
mulai!
“one and two and three and four and….”
Wow!
Selamat, anda sekarang sudah bisa dibilang seorang ’drummer’. Tapi
ingat, itu hanya permulaan. Untuk menguasai drum secara hampir
menyeluruh anda setidaknya membutuhkan waktu sekitar 6 tahun, atau
bahkan lebih. :)
Pada drumset nantinya, tangan kanan anda
ditempatkan pada cymbal hihat (biasanya terletak pada sisi kiri anda)
atau cymbal ride yang biasanya terletak di sisi kanan anda. Tangan kiri
pada snare drum yang sudah pasti terletak diantara kaki anda dan kaki
kanan ditaruh diatas pedal bass drum. Dan anda tinggal melakukan
pukulan2 itu dan sambung pukulan itu sehingga membentuk beat yang
panjang. Menyambung pukulan2 itu mudah, ketukannya akan menjadi…
“one and two and three and four and one and two and…. dst” Simak aja
ilustrasi ini agar lebih mengerti dan jika dijadikan notasi, hasilnya
adalah ilustrasi ini RUDIMENT/BASIC STICKING Rudiment/Basic
sticking adalah pukulan-pukulan dasar pada permainan drum. Setiap pola
pukulan dibawah ini sangat penting untuk dikuasai karena sangat
berpengaruh pada permainan drum dan sangat banyak digunakan.

Keterangan: R = Tangan kanan memukul L = Tangan kiri memukul Single
Stroke : R L R L R L R L Double Stroke : R R L L R R L L Triple
Stroke : R R R L L L R R R L L L Paradiddle : R L R R L R L L
Paradiddle-diddle : R L R R L L Triplet/rough : R R L R R L atau L L R
L L R
Cara memegang stick dan posisi kaki pada pedal Ada dua
cara memegang stick: 1. Matched grip (lihat gambar I) 2. Traditional
grip (lihat gambar II) Matched grip mempunyai 2 cara memegang
yang berbeda: A. Closed hand/tangan tertutup dimana pukulan sangat
mengandalkan lengan dan pergelangan tangan sehingga pukulan menjadi kaku
dan tangan cepat lelah, kecepatannya pun sangat terbatas.
B.
Open hand/tangan terbuka dimana ibu jari dan telunjuk yang digunakan
untuk menjepit stick, sedangkan ketiga jari lainnya seperti jari tengah,
jari manis dan kelingking berperan untuk mendorong stick. Ketika stick
yang didorong menyentuh drumhead, maka secara otomatis stick akan
memantul kembali, gunakan pantulan itu untuk membuat pukulan berikutnya
(ketiga jari mendorong stick itu kembali). Lakukan secara
berulang-ulang, seperti mendribble bola basket saja.
Traditional
grip Perbedaan grip ini adalah pada tangan kiri, dimana stick
dijepitkan di ibu jari dan ditaruh diantara jari tengah dan jari manis.
Ibu jari yang berperan untuk mendorong stick. Sedangkan untuk tangan
kanan cara memegangnya tidak ada perbedaan, seperti matched grip saja
Traditional grip memang lebih sulit untuk dilakukan ketimbang matched
grip karena mengontrol tangan kiri jauh lebih rumit.
Awal dari
Traditional grip Traditional merupakan cara memegang stick yang
pertama digunakan, dimulai dari tahun 1600. Sebenarnya traditional grip
diperlukan untuk keperluan drummer marching band pada saat itu yang
dimana mereka menaruh snare drum dengan cara mengikatnya (seperti tas)
dan talinya dilingkarkan dibahu, sehingga posisi snare drum miring
kearah kanan. Karena posisinya miring kearah kanan, maka tangan kiri
memakai grip yang berbeda dengan tangan kanannya guna untuk meraih snare
drum tersebut (tangan kiri seperti memegang pensil, tetapi stick
ditaruh diantara 2 pasang jari dan dijepitkan di ibu jari).

Tahun 1840 drumset baru ditemukan (snare, bass dan tom-tom) dimana tiga
drum dimainkan dengan satu orang. Karena traditional grip merupakan
kebiasaan turun-temurun yang berawal dari marching, maka traditional
grip digunakan juga pada drumset. Kemudian lagi-lagi kebiasaan ini
berlanjut dengan akhirnya pada pertengahan tahun 1960, Ringo Starr
(drummer The Beatles) mengambil langkah maju dengan memegang stick pada
posisi yang sama (tangan kiri sama seperti tangan kanan), sehingga
seperti orang yang memegang dua buah palu. Yang kemudian dinamakan
matched grip. Ternyata dengan menggunakan matched grip maka dengan mudah
pemain drum dapat mengeluarkan power/tenaga yang diinginkan dan juga
pukulan pada tangan kirinya menjadi lebih akurat.
Dan akhirnya
keduanya pun dapat digunakan sesuai dengan aliran lagu dan selera pemain
drum, untuk lagu yang lembut dan memerlukan sentuhan, maka traditional
griplah yang ’bebicara’, sedangkan untuk memainkan groove/beat yang
solid dan lagu yang lebih modern (rock), matched grip yang paling cocok.

Cara menginjak pedal ada 2 macam yaitu: 1. Heel down (lihat
gambar A) 2. Heel up (lihat gambar B) Kedua posisi kaki tersebut
dapat dilakukan sesuai dengan aliran lagu dan selera pemain drum. Jika
anda pemain jazz (swing, pop jazz) maka heel down merupakan pilihan yang
tepat, tetapi jika anda pemain rock atau fusion dan funk maka heel up
diperlukan untuk menciptakan groove yang lebih solid karena kecepatan
dan kekuatan kaki akan bertambah.
Heel down sangat mengandalkan
pergelangan kaki untuk memukul. Jadi, anda jangan berharap untuk
medapatkan pukulan yang keras dengan posisi ini, hanya buang-buang
tenaga saja. Heel up menggunakan ujung kaki untuk menginjak pedal
sehingga semua tenaga dapat dikerahkan. Untuk mendapatkan kecepatan yang
lebih pada saat heel up, posisi kaki dimundurkan sehingga pada saat
menginjak pedal (pada saat menginjak pedal kaki jangan ditahan tapi
dilepas kembali), maka pedal akan kembali pada posisi semula karena
ditarik oleh pegas dan anda tinggal menginjaknya lagi untuk memukul

Cara Memegang stick drum yang baik dan Benar


Ada 2 cara untuk memegang stick:
1. Matched grip
Teknik memegang stick Matched grip dibagi menjadi 2 cara juga yaitu:
  1. Tangan tertutup atau closed hand dimana pukulan sangat mengandalkan lengan dan pergelangan tangan sehingga pukulan juga kaku dan mngakibatkan tangan menjadi lebih cepat lelah
  2. Tangan terbuka atau open hand, dimana ibu jari dan telunjuk yang digunakan untuk menjepit stick, sedangkan ketiga jari lainnya berfungsi untuk mendorong stick. Ketika stick yang didorong menyentuh drumhead, maka secara otomatis stick akan memantul kembali, gunakan pantulan itu untuk membuat pukulan berikutnya. Lakukan secara berulang-ulang.

2. Traditional grip
Perbedaannya pada tangan kiri, dimana stick dijepit pada ibu jari dan ditaruh diantara jari tengah dan jari manis. Ibu jari yang berperan untuk mendorong stick drum. Sedangkan untuk tangan kanan cara pemegangannya tidak ada perbedaan, traditional grip memang lebih sulit untuk dilakukan daripada matched grip karena untuk mengontrol tangan kiri lebih susah.

Awal Dari Traditional grip
Traditional merupakan cara memegang stik yang paling pertama digunakan, dimulai dari tahun 1600. traditional grip diperlukan untuk keperluan drummer marching band pada saat itu dimana mereka menaruh snare drum dengan cara mengikatnya. Dan talinya dilingkarkan ke bahu sehingga posisi snare drum miring ke arah kanan. Karena posisinya miring ke arah kanan, maka tangan kiri memakai grip yang berbeda dengan tangan kanannya karena untuk meraih snare drum tersebut. Tangan kiri memegang stick ditaruh diantara 2 pasang jaridan dijepitkan di ibu jari.
Tahun 1840 drumset baru ditemukan (snare, bass, dan tom-tom) dimana tiga drum dimainkan dengan satu orang. Karena traditional grip merupakan kebiasaan turun-temurun yang berawal dari marching band maka traditional grip digunakan pada drumset.

Bagi para drummer apakah anda mengetahui ataupun mengerti tentang cara memegang stik yang benar, disini sedikit berbagi ilmu bagaimana cara memegang stik. disini juga disertai video agar teman-teman lebih jelas dan mengerti.

Salah satu hal paling penting setiap drummer harus belajar adalah bagaimana memegang stik drum dengan benar. Hal ini sangat penting bagi para drummer. Memegang yang tidak benar dapat menyebabkan rasa sakit, ketegangan otot, dan pembatasan pada kecepatan dan kekuatan saat bermain drum. Pegangan yang benar mengurangi ketegangan, dan memberi Anda kesempatan untuk bermain dengan kecepatan lebih, kekuasaan, kontrol, dan daya tahan.
Untuk lebih jelasnya silahkan mengunjungi situs dibawah ini
http://youtu.be/vfKj8FGvYAM

video link diatas adalah dari Mike Michalkow itu "Metode Rahasia Moeller" paket pelatihan. Dengan klip video 7-menit, Anda akan belajar cara memegang stik drum di kedua pegangan cocok, dan pegangan tradisional. Mike memberikan langkah-demi-langkah instruksi tentang bagaimana untuk menemukan titik keseimbangan (titik tumpu alias) dari paha, dan kemudian bagaimana menerapkannya dengan kedua genggaman. Dia juga menjelaskan pro dan kontra untuk kedua metode, sehingga Anda dapat memutuskan yang terbaik bagi Anda.

CARA MENTUNING SNARE DRUM

Snare drum itu ibarat jantung dipermainan drum kita. Jadi tahu cara mentuning snare drum kita dengan baik akan sangat memberikan andil penting dalam permainan drum kita.
Nah kali ini saya akan membahas mengenai cara mentuning snare drum kita. Karena snare drum bagi seorang drummer memegang peranan cukup penting. Banyak drummer dunia yang punya banyak snare drum sebagai alat mereka. Karena tiap musik seringkali butuh suara snare drum yang beda-beda disesuaikan dengan karakter musiknya. Ibarat kita mau pergi, kan ngga mungkin kita hanya punya sepasang baju dan celana yang bagus. Setelan jas misalnya, yang kita pake untuk ke semua acara. Mau acara barbeque di pantai kek. Kita tetap menggunakan jas kita. Kan jadi aneh terlihatnya kan? Nah begitupun dengan snare drum

Cara Mentuning Snare Drum

Sebenarnya sih caranya sama aja dengan apa yang saya sudah jelaskan pada tulisan saya yang terdahulu yaitu Cara Mentuning Drum Kita. Yang kita lakukan hanyalah memutar. Kalau kita hendak mengganti drumhead kita, yang kita lakukan adalah mengendorkan tension rodnya terlebih dahulu. Buat teman-teman yang bingung dengan istilah tension rod, kita lihat aja yuk videonya di bawah ini..
Nah jadi kita kendorkan dulu tension rodnya, lalu kita lepas drumheadnya. Baru setelah itu kita pasang drumhead yang baru. Ini kalau teman-teman berencana untuk sekalian menggantinya dengan drumhead yang baru saat mentuningnya.

Cara Memutar Tension Rod

Nah cara mentuning snare drumnya akan sama. Eh belum kita pasang dulu ya tension rodnya? Setelah kita pasang drumheadnya, lalu kita pasang lagi tension rod itu ke tempatnya. Pertama kita pasang dan kencangkan dengan menggunakan tangan dulu. Setelah tangan kita tidak sanggup lagi mengencangkannya, barulah kita menggunakan kunci drum untuk mengencangkannya.
Dan cara mengencangkannya adalah dengan saling silang menyilang seperti gambar di bawah ini.
Cara Mentuning Snare Drum
Nah kemudian yang jadi masalah adalah cara memutarnya. Cara memutarnya sih gampang! Tinggal putar saja dengan kunci drumnya. Beres! Tapi seberapa jauh kita harus memutarnya. Itu yang jadi masalah! Hal ini susah untuk dijelaskan lewat tulisan, bahkan lewat video sekalipun. Nanti dibawah akan saya beri video dimana saya menjelaskan tentang cara mentuning snare drum ini melalui video. Namun tetap saja, hal ini butuh jam terbang dan latihan. Saya sendiri baru bisa mendapatkan sound drum yang saya inginkan lewat cara mentuning snare drum ini setelah 2 tahun berlatih. Dulu saya selalu benci dengan suara snare drum saya. Dan setelah saya bawa ke orang yang mengerti tentang tuning jadi enak lagi. Tapi kemudian sekitar 2 bulan kemudian udah ngga enak. Karena saya pakenya sering. Sehari bisa dipake selama 6 jam.
Kadang ngga nyampe sebulan juga udah ngga enak. Jadi sebulan sekali saya bawa ke teman saya yang jago mentuning itu. Saya perhatikan aja cara dia mentuning. Dan barulah 2 tahun kemudian saya bisa melakukan apa yang dia lakukan! Jadi semuanya butuh jam terbang dan latihan tentunya. Ngga hanya bermain drumnya saja yang butuh latihan. Tapi cara mentuning snare drum juga harus dilatih.
Cara melatihnya gimana? Rajin-rajin aja buka drumheadnya. Buka terus pasang lagi. Nanti disitu keterampilan kita jadi terasah. Tapi nanti jadi ngga enak dong yang tadinya udah enak? Kan niatnya mau belajar! Belajar itu harus ada pengorbanannya. Jadinya ya memang harus seperti itu perjalanan yang harus kita lalui.
Nah dibawah ini saya sertakan video cara mentuning snare drum ini ya. Semoga bermanfaat buat teman-teman drummer. Ingat! Cara mentuning snare drum ini adalah seni! Jadi jatuhnya suka-sukaan. Ada yang suka dengan cara saya mentuning, ada juga yang ngga. Ngga bisa semua orang suka. Mirip kaya makanan. Ada yang suka spaghetti, ada yang benci sama yang namanya spaghetti (termasuk saya! hehehe..). Jadi ngga bisa dipaksain. Semua masalah selera.
Buat teman-teman yang ingin bertanya silakan bisa melalui facebookatau twitter saya, @ngimoel. Atau bisa juga dengan langsung kursus drum dengan saya, detailnya ada di banner di bawah ini. Silakan diklik aja.Kursus Drum OnlineOke, semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat buat teman-teman semua. Mari kita tonton video cara mentuning snare drum di bawah ini..

Belajar teknik dasar drum

DRUM
A. APA sIH DRUM iTU ?
Drum sebenarnya bermacam-macam. Ada snare, tom-tom, bass, conga, tymbal, mondo, bedug, tabla… dll, mereka sebenarnya adalah drum, karena memainkannya dengan cara dipukul. Tetapi yang kita bahas adalah DRUMSET, yang bisa dibilang bentuk drum paling modern. Drumset itu sendiri sebenarnya terdiri atas 3 drum, yaitu Snare, tom-tom dan bass drum. Untuk tom-tom masih dapat dibagi dua lagi, yaitu: Mounted tom dan floor tom-tom (tergantung dari peletakan dan diameter saja). Dari ketiga unsur tersebut masih ada beberapa unsur penting lagi, yaitu cymbal, hardware (pedal, hihat stand, cymbal stand, snare stand, tom holder/tom stand) dan drumhead.
Tom-tom terdiri atas berbagai macam ukuran baik dalam kedalamannya dan diameternya. Ukuran suatu drum biasnya ditulis 12×10 yang maksudnya adalah kedalamannya 12 inchi dan diameternya 10 inchi. Diameter tom-tom bervariasi, biasanya tom-tom paling kecil berdiameter 6″, dan berlanjut ke 8″, 10″, 12″, 13″, 14″, 15″, 16″, 18″ dan 20″. Ukuran tom-tom 14″ keatas dapat digolongkan sebagai floor tom-tom, tetapi tergantung dari peletakannya juga. Tom-tom menggunakan 2 drumhead, atas dan bawah, kecuali pada tahun 70-an dimana tom-dan bass drum hanya menggunakan 1 drumhead saja, dan suaranya jelek sekali. Badan tom-tom atau yang biasa disebut dengan shell terbuat dari kayu. Untuk drum kelas pemula biasanya menggunakan kayu Mahogany dan untuk kelas professional biasanya menggunakan kayu Birch dan Maple. Kayu Birch dan Maple lebih mahal karena menghasilkan suara atau tone yang bulat dan jernih. Kayu pada tom-tom biasanya mempunyai ketebalan dari 4 sampai 10 mm. Semakin tipis kayu maka suara yang dihasilkan semakin kaya dan sensitive. Sedangkan semakin tebal kayu suara yang dihasilkan semakin keras, tetapi suaranya tidak terlalu kaya dan kurang sensitive.
Bass drum tidak terlalu berbeda dengan tom-tom, hanya bass drum mempunyai diameter yang lebih besar, 16″, 18″, 20″, 22″, 24″ dan bahkan 26″ atau lebih. Dan bass drum dipukul dengan menggunakan pedal dan ditaruh dibawah. Tetapi suara bass drum tidak seperti tom-tom yang bersuara “Dung…” tetapi cenderung bersuara “Dug…” (lebih mati suaranya). Kayu bass drum cenderung lebih tebal untuk menghasilkan suara yang lebih keras dan untuk ketahanan drum itu sendiri.
Snare drum adalah drum yang paling berbeda diantara lainnya (dari bentuk dan suaranya). Dan snare drum merupakan unsur utama dari drumset (yang paling sering dipukul). Drum ini biasanya berukuran 10″ sampai 15″, tetapi yang paling biasa digunakan adalah ukuran 14″. Yang membuat perbedaan pada snare drum yaitu pada bagian bawah drum tersebut. Di bawahnya menggunakan kawat-kawat yang berbentuk spiral atau yang sebenarnya dinamakan Snare Wire /Strainer. Benda itulah yang membuat perbedaan pada snare drum. Jika anda memukul head atasnya maka snare wire dibawah segera merespon, dengan cara ‘memukul’ kembali head bawah dan menghasilkan suara yang tajam. Maka dari itu, sebenarnya ‘nyawa’ dari snare drum terletak pada snare wirenya. Jika snare wirenya dilepas maka suara yang dihasilkan hampir sama dengan tom-tom.
Cymbal, lagi-lagi merupakan ‘nyawa’ bagi drumset, karena hampir tidak mungkin bermain drum tanpa cymbal (ibaratnya seperti makan nasi tanpa nasi, nggak makan donk…). Cymbal terdiri atas 4 jenis mereka yaitu:
Hihat cymbal:
‘Jantungnya’ cymbal dan drum. Berguna untuk menjaga waktu/tempo. terdiri atas sepasang cymbal. berukuran 8″ sampai 15″. Ukuran standart 14″
Ride cymbal:
Sama fungsinya dengan hihat tetapi dengan bentuk dan suara yang berbeda. Hanya terdiri dari satu cymbal tetapi berukuran besar 18″ sampai 22″. ukuran standar 20″
Crash cymbal:
Berguna untuk memberi phrase/nada pada suatu lagu. Berukuran 13″ sampai 22″ tergantung dari selera pemain.
Efek cymbal:
Efek cymbal terdiri atas Splash, bell, china dan swiss. Berguna untuk memberi ‘warna’ khusus pada suatu lagu. Splash dan bell biasanya berukuran 6″ sampai 12″ dan untuk china dan swiss biasanya berukuran 16″ sampai 22″.
Hardware terdiri atas berbagai macam bentuk dan fungsi:
Pedal:
Berguna untuk memukul bass drum, juga tersedia double pedal, yaitu pedal yang menggunakan 2 pedal dan 2 pemukul atau beater untuk mendapatkan suara yang lebih pada bass drum.
Hihat stand:
Untuk menempatkan hihat cymbal yang terdiri atas 2 buah cymbal sehingga anda dapat membuka dan menutup kedua cymbal itu dengan kaki kiri anda.
Cymbal stand:
Untuk menempatkan segala macam jenis cymbal kecuali hihat.
Snare stand:
Untuk menempatkan Snare drum dan anda dapat merubah posisinya sesuka anda.
Tom holder/tom stand:
Berguna untuk memasang tom-tom.
Drumhead mempunyai ukuran, type, fungsi dan ketebalan yang berbeda. Drumhead terdiri atas 3 bagian; Pertama Batter head, yaitu drumhead yang dirancang khusus untuk dipukul. Kedua, Resonant hanya ditaruh pada bagian bawah tom-tom dan bagian depan bass drum. Head ini tidak untuk dipukul, head ini berguna untuk memberi ‘hidup’ pada tom-tom dan bass drum. Dan terakhir adalah snare side, khusus hanya untuk ditaruh dibagian bawah snare untuk mendapatkan suara snare wirenya. Snare side merupakan head yang paling tipis. Ingat, tidak untuk dipukul
B. BELAJAR MAEN DRUM sm NOTASINIA !!
Hi KlinikDrummerz pemula! Di artikel ini akan dijelaskan cara mudah untuk memulai permainan drum. Yup, playing drums is easy, but it’s hard to mastered it! Nah, jadi siapa bilang kalau main drum itu mudah?
Pertama, untuk memulai belajar main drum anda tidak perlu sebuah drum. Yang anda perlukan hanya duduk didepan komputer ini. Lho? Gimana cara? That’s easy!!! Buatlah delapan ketukan dengan tangan kanan anda, tapi bunyi hitungan adalah ” 1 and 2 and 3 and 4 and” (bahasa inggris). Pada setiap angka dan “and” yang anda sebutkan buatlah pukulan bersamaan dengan hitungan. Lakukan!
“one and two and three and four and”
Sudah? Nah, itu adalah ketukan 1/8. Ingat, 1/8.
Nah, sekarang buat ketukan dengan tangan kiri pada hitungan “two” dan “four”. Tangan kanan tetap membuat ketukan seperti yang pertama. 1 2 3 4… Mulai!
“one and two and three and four and”.
Sudah? mudahkan? Tapi itu belum semua… step terakhir adalah membuat ketukan dengan kaki kanan yang jatuhnya pada hitungan “one” dan “three”. Tapi lagi2 tangan kanan dan kiri tetap melakukan hal yang sudah anda lakukan tadi, kaki kanan tinggal memperkaya ketukan2 itu. 1 2 3 4… mulai!
“one and two and three and four and….”
Wow! Selamat, anda sekarang sudah bisa dibilang seorang ‘drummer’. Tapi ingat, itu hanya permulaan. Untuk menguasai drum secara hampir menyeluruh anda setidaknya membutuhkan waktu sekitar 6 tahun, atau bahkan lebih.
Pada drumset nantinya, tangan kanan anda ditempatkan pada cymbal hihat (biasanya terletak pada sisi kiri anda) atau cymbal ride yang biasanya terletak di sisi kanan anda. Tangan kiri pada snare drum yang sudah pasti terletak diantara kaki anda dan kaki kanan ditaruh diatas pedal bass drum. Dan anda tinggal melakukan pukulan2 itu dan sambung pukulan itu sehingga membentuk beat yang panjang. Menyambung pukulan2 itu mudah, ketukannya akan menjadi…
“”one and two and three and four and one and two and…. dst”
C. RUDIMENT !!
Rudiment/Basic sticking adalah pukulan-pukulan dasar pada permainan drum. Setiap pola pukulan dibawah ini sangat penting untuk dikuasai karena sangat berpengaruh pada permainan drum dan sangat banyak digunakan.
Keterangan:
R = Tangan kanan memukul
L = Tangan kiri memukul
Single Stroke
R L R L R L R L
Double Stroke
R R L L R R L L
Triple Stroke
R R R L L L R R R L L L
Paradiddle
R L R R L R L L
Paradiddle-diddle
R L R R L L
Triplet/rough
R R L R R L atau L L R L L R
D. CARA PEGANG stick !!!
Ada dua cara memegang stick:
1. Matched grip (lihat gambar I)
2. Traditional grip (lihat gambar II)
Matched grip mempunyai 2 cara memegang yang berbeda:
A. Closed hand/tangan tertutup dimana pukulan sangat mengandalkan lengan dan pergelangan tangan sehingga pukulan menjadi kaku dan tangan cepat lelah, kecepatannya pun sangat terbatas.
B. Open hand/tangan terbuka dimana ibu jari dan telunjuk yang digunakan untuk menjepit stick, sedangkan ketiga jari lainnya seperti jari tengah, jari manis dan kelingking berperan untuk mendorong stick. Ketika stick yang didorong menyentuh drumhead, maka secara otomatis stick akan memantul kembali, gunakan pantulan itu untuk membuat pukulan berikutnya (ketiga jari mendorong stick itu kembali). Lakukan secara berulang-ulang, seperti mendribble bola basket saja.
Traditional grip
Perbedaan grip ini adalah pada tangan kiri, dimana stick dijepitkan di ibu jari dan ditaruh diantara jari tengah dan jari manis. Ibu jari yang berperan untuk mendorong stick. Sedangkan untuk tangan kanan cara memegangnya tidak ada perbedaan, seperti matched grip saja Traditional grip memang lebih sulit untuk dilakukan ketimbang matched grip karena mengontrol tangan kiri jauh lebih rumit.
Awal dari Traditional grip
Traditional merupakan cara memegang stick yang pertama digunakan, dimulai dari tahun 1600. Sebenarnya traditional grip diperlukan untuk keperluan drummer marching band pada saat itu yang dimana mereka menaruh snare drum dengan cara mengikatnya (seperti tas) dan talinya dilingkarkan dibahu, sehingga posisi snare drum miring kearah kanan. Karena posisinya miring kearah kanan, maka tangan kiri memakai grip yang berbeda dengan tangan kanannya guna untuk meraih snare drum tersebut (tangan kiri seperti memegang pensil, tetapi stick ditaruh diantara 2 pasang jari dan dijepitkan di ibu jari).
Tahun 1840 drumset baru ditemukan (snare, bass dan tom-tom) dimana tiga drum dimainkan dengan satu orang. Karena traditional grip merupakan kebiasaan turun-temurun yang berawal dari marching, maka traditional grip digunakan juga pada drumset. Kemudian lagi-lagi kebiasaan ini berlanjut dengan akhirnya pada pertengahan tahun 1960, Ringo Starr (drummer The Beatles) mengambil langkah maju dengan memegang stick pada posisi yang sama (tangan kiri sama seperti tangan kanan), sehingga seperti orang yang memegang dua buah palu. Yang kemudian dinamakan matched grip. Ternyata dengan menggunakan matched grip maka dengan mudah pemain drum dapat mengeluarkan power/tenaga yang diinginkan dan juga pukulan pada tangan kirinya menjadi lebih akurat.
Dan akhirnya keduanya pun dapat digunakan sesuai dengan aliran lagu dan selera pemain drum, untuk lagu yang lembut dan memerlukan sentuhan, maka traditional griplah yang ‘bebicara’, sedangkan untuk memainkan groove/beat yang solid dan lagu yang lebih modern (rock), matched grip yang paling cocok.
Menginjak pedal
Cara menginjak pedal ada 2 macam yaitu:
1. Heel down (lihat gambar A)
2. Heel up (lihat gambar B)
Kedua posisi kaki tersebut dapat dilakukan sesuai dengan aliran lagu dan selera pemain drum. Jika anda pemain jazz (swing, pop jazz) maka heel down merupakan pilihan yang tepat, tetapi jika anda pemain rock atau fusion dan funk maka heel up diperlukan untuk menciptakan groove yang lebih solid karena kecepatan dan kekuatan kaki akan bertambah.
Heel down sangat mengandalkan pergelangan kaki untuk memukul. Jadi, anda jangan berharap untuk medapatkan pukulan yang keras dengan posisi ini, hanya buang-buang tenaga saja.
Heel up menggunakan ujung kaki untuk menginjak pedal sehingga semua tenaga dapat dikerahkan. Untuk mendapatkan kecepatan yang lebih pada saat heel up, posisi kaki dimundurkan sehingga pada saat menginjak pedal (pada saat menginjak pedal kaki jangan ditahan tapi dilepas kembali), maka pedal akan kembali pada posisi semula karena ditarik oleh pegas dan anda tinggal menginjaknya lagi untuk memukul.
E. teknik memukul !!!
Masih banyak drummer-drummer baru, bahkan yang sudah lama bermain drum tidak mengetahui pukulan yang dinamankan rimshot.
Suatu hari ketika saya menjadi salah seorang tim penilai pada saat audisi festival drum (music) tahun 2000, saya melihat 2 atau 3 orang drummer yang main dengan pukulan yang keras, tetapi kenapa suara snare-nya tetap saja tidak terdengar (terdengar sih, tapi suara pelan dan tidak tajam). Dan sepertinya dia mencoba memukul keras-keras snarenya supaya terdengar, tetapi sia-sia. Kemudian saya lihat yang ternyata dia tidak menggunakan teknik Rimshot pada snare-nya sehingga suaranya pelan dan tidak tajam.
Banyak drummer yang susah payah mencari suara snare yang bagus, sampai-sampai mereka mengganti head, men-tune snarenya dengan tensi yang berbeda-beda dan bahkan ada juga yang sampai membeli snare baru. Mereka tidak tahu kuncinya untuk mendapatkan suara snare yang tajam dan bagus…yaitu Rimshot!
Sebenarnya tidak ada salahnya anda tidak menggunakan rimshot. Teknik memukul biasa sering digunakan pada lagu-lagu country, pop. Tetapi jika anda memainkan musik rock, fusion, funk, latin, jazz dan metal yang anda butuhkan andalah RIMSHOT!
Jika anda belum tahu mengenai rimshot, lihatlah gambar dibawah ini.
Ini adalah pukulan biasa. Ujung stick hanya memukul drumheadnya saja, suara yang dihasilkan tidak terlalu fokus apalagi jika dipukul keras dan drumheadnya akan cepat menjadi cekung.
Ini adalah pukulan Rimshot. Stick mengenai drumhead dan rim pada snare secara bersamaan, sehingga suara yang dihasilkan nyaring, penuh dan tajam, dengan pukulan seperti ini maka drumhead, rim dan shell akan ‘bersuara’ sehingga lebih terdengar karakter snare drumnya. Biasakanlah bermain dengan menggunakan teknik ini. Teknik ini merupakan keharusan jika anda hendak rekaman. Jadi, biasakanlah menggunakan teknik ini pada setiap lagu yang anda mainkan.
RUDIMENTS
Rudiments artinya basic / dasar dari sebuah permainan drum / perkusi..Rudiments ada sangat banyak jumlahnya,namun yang biasa dijadikan acuan adalah 26 Standard American Rudiment..
Dibawah ini adalah beberapa macam Rudiments yang sering dimainkan
1. Single Stroke Roll
Terdiri dari pukulan tangan kanan dan tangan kiri yang dimainkan secara bergantian dan teratur dengan terus menerus..pola tangannya ( R-L-R-L-R-L-R-L )
Untuk contoh visual silakan lihat cuplikan vcd pada halaman utama

2. Double Stroke Roll
Mainkan tangan kanan sebanyak dua kali kemudian diikuti dengan tangan kiri, ulangi terus menerus dengan konstan. Pola tangannya ( R-R-L-L-R-R-L-L )

3. Paradidle
Kombinasi antara single stroke dan double stroke
- Single Paradidle ( R-L-R-R-L-R-L-L )
- Double Paradidle ( R-L-R-L-R-R-L-R-L-R-L-L )
- Triple Paradidle ( R-L-R-L-R-L-R-R-L-R-L-R-L-R-L-L )
- Paradidle-didle ( R-L-R-R-L-L )

4. Flam
Not yang dimainkan dengan kedua tangan hampir bersamaan aturlah posisi salah satu tangan lebih tinggi dari tangan satunya, kemudian pukulkan ke permukaan snare / pad

5. Drag / Ruff
Hampir sama dengan Flam, Ruff mempunyai satu buah main note dan grace note.namun bedanya
ruff mempunyai dua buah grace note

6. Five Stroke Roll ( 5 Stroke Roll )
Dimainkan sebanyak lima not...simpelnya mainkan dengan 4 not 1/16 dan berakhir pada not 1/4
Pola stickingnya dapat menggunakan single stroke maupun double stroke ( lihat pada Score Rudiment )

7. Nine Stroke Roll ( 9 Stroke Roll )
Perbedaan dengan five stroke roll adalah nine stroke dimainkan sebanyak sembilan pukulan
Pola stickingnya juga bisa menggunakan Single atau Double Stroke Roll

8. Drag / Ruff
Hampir sama dengan Flam, Ruff mempunyai satu buah main note dan grace note.namun bedanya
ruff mempunyai dua buah grace note
Tehnik bukanlah hanya sebatas pukulan. Tetapi lebih tepatnya tehknik merupakan suatu cara bagaimana kamu bermain, bagaimana irama yang kamu mainkan. Tehknik juga merupakan cara bagaimana kita memukul drum ketika kita memainkan note.
Banyak unsur yang di perlukan untuk mendapatkan tehnik yang baik seperti bagaimana cara memegang tangan,
Stick Kontrol
Photo di samping bukan mengharuskan agar anda memegang seperti yang ada di gambar, tetapi cara ini dapat dibenarkan tetapi mempunyai kekurangan. Di photo ini kita melihat bagaimana seorang drummer memegang stick drum layaknya memegang stick basball. Tetapi melalui tehnik ini tangan kita tidak dapat bergerak dengan leluasa dan cepat, sebab :
- Stick tidak dapat memantul dengan baik.
- Pemain tidak dapat mengontrol pantulan.
- Pergelangan kita akan menjadi cepat lelah.
Pada photo ini menunjukan dimana seorang drummer memegang stick yang seharusnya. Dan cara ini menekankan kekuatan pegangan pada ibu jari dan jari telunjuk. Ketiga jari lainnya tidak ikut memegang stick , melainkan hanya mendorong stick maju dan kemudian melepaskannya. Dan melalui pukulan ini kita akan mendapatkan :
- Stick dapat bergerak lebih cepat .
- Kita dapat mengontrol pantulan, kecepatan dan tempo, berat stick itu sendiri.
- Pergelangan tidak cepat lelah.
Keunggulan lain dari tehknik ini adalah kekuatan kita dapat bertumpu dengan hanya 2 jari saja.
Memukul Drum
Banyak cara untuk memukul drum. Disini akan kita bahas pukulan standard. Dalam memainkan snare, kita dapat memainkan pada drum kit yang kita inginkan. Cara memukul yang seperti kita lihat di gambar adalah ‘tapping’ yaitu memukul drum hanya di bagian kepala. Metode ini dapat di gunakan untuk beberapa style, tetapi tidak semua gaya. Yang banyak memakai gaya ini adalah stle Jazz, musik Country, lagu Balada,dan musik Marching.
Tetapi Methode ini tidak bisa di pakai untuk musik cepat. Bayak drummer yang ingin mempunyai ciri khas pukulan yang keras, hal itu dinamakan rim shot.
Pukulan yang ada pada photo di sebelah adalah jenis rim shot yang memukul drum dan lingkaran pada waktu yang bersamaan. Jika anda ingin memiliki pukulan seperti ini, sebaiknya anda banyak melatihnya.
Keuntungan dari pukulan ini adalah dalam memukul shell akan lebih terarah, langsung menerobos ke lingkaran, dan memberikan daya yang kuat untuk suaranya. Hal ini akan lebih baik jika jita memiliki shell yang terbuat dari besi.
Pada photo di bawah ini adalah menggambarkan jenis rim shot. Seperti halnya stroke, kita dapat menggunakan ‘tipping’ metode, tetapi effek yang di timbulkan tidak terlalu dramatis. Cobalah melakukan area ini dengan melakukan ‘tapping’ stroke dan rim shot dan lihat perbedaan suara yang di timbulkan.
Posisi
Ini adalah dasar bagaimana kamu duduk , dan hal yang terbaik adalah anda duduk dengan tegak lurus dan tampa bersikap canggung. Sikap canggung dapat merintangi gerakan lengan anda. Jika anda punya masalah dengan sikap duduk anda, cobalah untuk memamaki back brave dari dokter anda. Intinya kamu harus memposisikan throne dengan tepat agar anda dapat duduk dengan tegak.
Pukulan Stroke
Ada beberapa jenis pukulan stroke, yaitu :
- Pantulan penuh : Mulai kita bermain ketinggian yang baik, pukulah stick pada bagian head, dan kembali pada posisi tinggi.
- Setengah pantulan : Mulailah pukulan dengan ketinggian yang baik, pukulah stick pada bagian head, dan kembalikan posisi stick hanya pada setengah dari ketinggian itu ( diatas head )
- Tap penuh : Mulailah dengan posisi stick dekat dengan head, dan lakukanlah tap pada head dengan cepat, dan kembalikan posisi stick diatas stick.
- Setengah tap : Mulailah dengan posisi stick diatas head, lakukanlah tap pada head dengan cepat, lalu kembalikan posisi stick pada ketinggian yang baik diatas head.
Di pelajaran pendek berikut ini temen2 hanya perlu mengayunkan tangan kanan seolah2 sdg memukul hi-hat, ayunkan tangan yang kiri seolah2 memukul snare, dan jejakkan kaki kanan seolah2 anda menginjak pedal bas drum. Kalo temen2 kidal, temen2 bisa mengganti fungsi tangan kiri untuk memukul hi-hat, dan tangan kanan untuk memukul snare. Kalo temen2 udh punya drum set dan sedang belajar main drum utk pertama kali, temen2 juga tinggal mengikuti instruksi dalam pelajaran di bawah ini.

Pelajaran pertama…. hmmm… Duduk di kursi senyaman mungkin, lebih baik kalo di didepan temen2 terdapat meja untuk dipukul seolah2 meja tersebut adalah hi-hat dan snare. Mulailah dgn memukul meja dengan tangan kanan anda seolah2 anda sedang memukul hi-hat. Kemudian, mulai berhitung dalam hati atau dgn keras jg boleh sewaktu memukul meja "satu, dua, tiga, empat, satu, dua, tiga, empat...", tiap hitungan temen2 harus memukul meja dengan tangan kanan. Temen2 sebenernya engga harus menghitung tiap memukul meja, tapi sedikitnya utk mengingatkan bahwa temen2 sedang melakukan putaran pukulan yg masing2 putaran berisi empat kali pukulan ke meja.

Berikutnya, kita tambah dgn belajar memukul snare drum. Untuk setiap hitungan “tiga” pukulkan tangan kiri ke meja seolah2 temen2 sedang memukul snare drum. Setiap temen2 memukulkan tangan kiri, pukulkanlah dengan lebih keras daripada pukulan tangan kanan.

Nahhh… sekarang kita belajar bas drum. Tetap mainkan pukulan dengan kedua tangan seperti diatas, kemudian pada setiap hitungan “satu” jejakkan kaki kanan kelantai seolah2 temen2 sedang menginjak pedal bass drum. Beat/irama yang terbentuk melalui pukulan tangan kanan & kiri serta kaki kanan adalah beat basic musik rock yang paling dasar dgn tempo 4/4.

Temen2 sebaiknya mulai berlatih tempo perlahan dan mempercepatnya saat temen2 sudah mulai terbiasa dan dapat memainkan beat dengan konstan. =)

Basic 4/4 Rock Beat
Hitungan : 1 2 3 4 1 2 3 4
Hi-Hat : x x x x x x x x
Snare : . . o . . . o .
Bass : o . . . o . . .
Drum Set

Komposisi drum set dari setiap drummer berbeda2, tergantung pada faktor music style, kesukaan pribadi, keuangan si drummer, dll. Drumset itu sendiri sebenernya terdiri atas 3 drum, yaitu snare, tom-tom dan bass drum. Untuk tom-tom masih dapat dibagi dua lagi, yaitu: Mounted tom dan floor tom-tom (tergantung dari peletakan dan diameter saja). Dari ketiga unsur tersebut masih ada beberapa unsur penting lagi, yaitu cymbal, hardware (pedal, hihat stand, cymbal stand, snare stand, tom holder/tom stand) dan drumhead.

Snare drum merupakan unsur utama dari drumset (yang paling sering dipukul). Drum ini biasanya berukuran 10" sampai 15", tetapi yang paling biasa digunakan adalah ukuran 14". Di bagian bawah snare drum terdapat kawat-kawat yang berbentuk spiral atau yang sebenarnya dinamakan Snare Wire /Strainer. Jika temen2 memukul head atasnya maka snare wire dibawah segera merespon, dengan cara 'memukul' kembali head bawah dan menghasilkan suara yang tajam. Maka dari itu, sebenarnya 'nyawa' dari snare drum terletak pada snare wirenya. Jika snare wirenya dilepas maka suara yang dihasilkan hampir sama dengan tom-tom.

Tom-tom terdiri dar berbagai macam ukuran. Ukuran suatu drum biasanya ditulis 12x10 yang maksudnya adalah kedalamannya 12 inchi dan diameternya 10 inchi. Diameter tom-tom bervariasi, biasanya tom-tom paling kecil berdiameter 6", dan berlanjut ke 8", 10", 12", 13", 14", 15", 16", 18" dan 20". Ukuran tom-tom 14" keatas dapat digolongkan sebagai floor tom-tom, tetapi tergantung dari peletakannya juga. Tom-tom menggunakan 2 drumhead, atas dan bawah.

Bass drum mempunyai diameter yang lebih besar drpd tom-tom, 16", 18", 20", 22", 24" dan bahkan 26" atau lebih. Dan bass drum dipukul dengan menggunakan pedal dan ditaruh dibawah. Tetapi suara bass drum tidak seperti tom-tom yang bersuara "Dung..." tetapi cenderung bersuara "Dug..." (lebih mati suaranya).

Cymbal, lagi-lagi merupakan 'nyawa' bagi drumset, karena hampir tidak mungkin bermain drum tanpa cymbal. Cymbal terdiri atas 4 jenis yaitu:
1. Hi-hat cymbal:
'Jantungnya' cymbal dan drum. Berguna untuk menjaga waktu/tempo. terdiri atas sepasang cymbal. berukuran 8" sampai 15". Ukuran standart 14"
2. Ride cymbal:
Sama fungsinya dengan hihat tetapi dengan bentuk dan suara yang berbeda. Hanya terdiri dari satu cymbal tetapi berukuran besar 18" sampai 22". ukuran standar 20"
3. Crash cymbal:
Berguna untuk memberi phrase/nada pada suatu lagu. Berukuran 13" sampai 22" tergantung dari selera pemain.
4. Efek cymbal:
Efek cymbal terdiri atas Splash, bell, china dan swiss. Berguna untuk memberi 'warna' khusus pada suatu lagu. Splash dan bell biasanya berukuran 6" sampai 12" dan untuk china dan swiss biasanya berukuran 16" sampai 22".
Hardware terdiri atas berbagai macam bentuk dan fungsi:

1. Pedal:
Berguna untuk memukul bass drum, juga tersedia double pedal, yaitu pedal yang menggunakan 2 pedal dan 2 pemukul atau beater untuk mendapatkan suara yang lebih pada bass drum.
2. Hi-hat stand:
Untuk menempatkan hihat cymbal yang terdiri atas 2 buah cymbal sehingga anda dapat membuka dan menutup kedua cymbal itu dengan kaki kiri anda.
3. Cymbal stand:
Untuk menempatkan segala macam jenis cymbal kecuali hihat.
4. Snare stand:
Untuk menempatkan Snare drum dan anda dapat merubah posisinya sesuka anda.
5. Tom holder/tom stand:
Berguna untuk memasang tom-tom.
Drumhead mempunyai ukuran, type, fungsi dan ketebalan yang berbeda. Drumhead terdiri atas 3 bagian; Pertama Batter head, yaitu drumhead yang dirancang khusus untuk dipukul. Kedua, Resonant hanya ditaruh pada bagian bawah tom-tom dan bagian depan bass drum. Head ini tidak untuk dipukul, head ini berguna untuk memberi 'hidup' pada tom-tom dan bass drum. Dan terakhir adalah snare side, khusus hanya untuk ditaruh dibagian bawah snare untuk mendapatkan suara snare wirenya. Snare side merupakan head yang paling tipis. Ingat, tidak untuk dipukul.
rudiment paradidle
ini adalah latihan macam2 pukulan paradidle dari rudiment.
• seperti terlihat pada gambar disamping, no.16 adalah single paradidle yang diberi aksen
• sedangkan no.17 adalah double paradidle, yang membedakan dengan single paradidle adalah 2 ketukan pertama (R L) pada single paradidle diulang lagi dan menjadi double paradidle. demikian juga dengan triple paradidle, 2 ketukan pertama pada single paradidle (R L) diulang sebanyak tiga kali dan disebut triple paradidle. kalau masih bingung lebih baik lihat gambar dibawah ini dan bandingkan satu dengan yang lainnya :)
• untuk no.19 disebut single paradidle didle karena ada tambahan dibelakangnya. pukulan ini sama dengan single paradidle (R L RR) nah dibelakangnya ditambah 2pukulan lagi menjadi (R L R R L L) yup dan jadilah pukulan single paradidle didle.
• paradidle didle ini juga bisa dijadikan double atau triple paradidle didle, caranya sama seperti yang dijelaskan pada point 2 dan 3.

lakukan latihan ini sesering mungkin karena pukulan paradidle sangat asyik untuk dibuat variasi agar pukulan kita tidak monoton dalam single stroke saja. kalian juga bisa menambah variasi dari paradidle ini dengan mengubah tempat pukulan kita (jadi tidak hanya pada snare, tapi juga pada tom yang lain atau simbal) memang tidak mudah untuk memindah pukulan kita apalagi dalam tempo yang cepat, tapi kalian tidak akan menyesal untuk melatihnya karena begitu kalian terbiasa dengan perubahan itu, kalian akan mendapatkan variasi yang asyik untuk didengar:)
tetap semangat dalam latihan dan jangan mudah putus asa :)
satu lagi yang harus kamu ketahui dalam hal teknik memukul snare. dalam memukul snare bagusnya kamu memakai teknik RIMSHOT. apa itu Rimshot? Rimshot adalah kuncinya untuk mendapatkan suara snare yang tajam dan bagus. caranya, stick mengenai drumhead dan rim pada snare secara bersamaan, sehingga suara yang dihasilkan nyaring, penuh dan tajam. dengan pukulan seperti ini maka drumhead, rim dan shell akan "bersuara" sehingga lebih terdengar karakter snare drumnya. teknik Rimshot ini juga diharuskan jika kamu akan memasuki dapur rumah kamu, ckikiki... eh, nggak denk, teknik Rimshot ini adalah keharusan jika kamu akan rekaman. jadi biasakanlah memakai teknik Rimshot ini mulai dari sekarang. nggak ada salahnya kan kalau membiasakan dari sekarang, walaupun sebenarnya kalau kamu nggak menggunakan teknik ini juga nggak apa-apa. seperti pada lagu-lagu country, pop tidak menggunakan teknik ini, tapi jika kamu memainkan musik rock, fusion, funk, latin, jazz dan metal yang kamu butuhkan andalah RIMSHOT.
semoga bermanfaat....
Note : Kamu Bisa Klic di Gambar Notasi Agar Gambar Notasinya Menjadi Besar dan Jelas

Pertama, untuk memulai belajar main drum anda tidak perlu sebuah drum. Yang anda perlukan hanya duduk didepan komputer ini. Lho? Gimana cara? That's easy!!! Buatlah delapan ketukan dengan tangan kanan anda, tapi bunyi hitungan adalah " 1 and 2 and 3 and 4 and" (bahasa inggris). Pada setiap angka dan "and" yang anda sebutkan buatlah pukulan bersamaan dengan hitungan. Lakukan!
"one and two and three and four and"
Sudah? Nah, itu adalah ketukan 1/8. Ingat, 1/8.
Nah, sekarang buat ketukan dengan tangan kiri pada hitungan "two" dan "four". Tangan kanan tetap membuat ketukan seperti yang pertama. 1 2 3 4... Mulai!
"one and two and three and four and".
Sudah? mudahkan? Tapi itu belum semua... step terakhir adalah membuat ketukan dengan kaki kanan yang jatuhnya pada hitungan "one" dan "three". Tapi lagi2 tangan kanan dan kiri tetap melakukan hal yang sudah anda lakukan tadi, kaki kanan tinggal memperkaya ketukan2 itu. 1 2 3 4... mulai!
"one and two and three and four and...."
Wow! Selamat, anda sekarang sudah bisa dibilang seorang 'drummer'. Tapi ingat, itu hanya permulaan. Untuk menguasai drum secara hampir menyeluruh anda setidaknya membutuhkan waktu sekitar 6 tahun, atau bahkan lebih. :)
Pada drumset nantinya, tangan kanan anda ditempatkan pada cymbal hihat (biasanya terletak pada sisi kiri anda) atau cymbal ride yang biasanya terletak di sisi kanan anda. Tangan kiri pada snare drum yang sudah pasti terletak diantara kaki anda dan kaki kanan ditaruh diatas pedal bass drum. Dan anda tinggal melakukan pukulan2 itu dan sambung pukulan itu sehingga membentuk beat yang panjang. Menyambung pukulan2 itu mudah, ketukannya akan menjadi...
""one and two and three and four and one and two and.... dst"
Simak aja ilustrasi ini agar lebih mengerti dan jika dijadikan notasi, hasilnya adalah ilustrasi ini

Exercise ini berguna untuk melatih sight reading. Sebenarnya exercise ini masih tergolong ringan karena hanya memainkan pattern 1/8 pada semuanya. Jadi, ketukan Snare & Bass drum senantiasa jatuh bersamaan dgn hihat. Tetapi masih tetap akan sulit untuk dimainkan dgn tempo yg cepat.

RUDIMENT/BASIC STICKING
Rudiment/Basic sticking adalah pukulan-pukulan dasar pada permainan drum. Setiap pola pukulan dibawah ini sangat penting untuk dikuasai karena sangat berpengaruh pada permainan drum dan sangat banyak digunakan.
Keterangan:
R = Tangan kanan memukul
L = Tangan kiri memukul
Single Stroke & Double Stroke

Single Stroke
R L R L R L R L

Double Stroke
R R L L R R L L
untuk melatih double stroke sebaiknya ikutlah not2 dibawah ini. Pada no 1 dan bar pertama kita masih memainkan pattern 1/4 dgn stickin R L R L (kanan, kiri, kanan, dll...) dan pada bar kedua memainkan double timenya menjadi 1/8 dan sticking R R L L... nah. it's the basic of double stroke learning. untuk sementara latih aja dulu sampai dgn 1/16. kalau sudah yakin sekali kamu bisa naikan temponya

*Perhatikan Notasi di atas*
Triple Stroke & Paradiddle

Triple Stroke
R R R L L L R R R L L L

Paradiddle
R L R R L R L L